LAINNYA

Jumat, 22 April 2011

ngegambar

Pingin nyombong. Tapi apa yang bisa disombongin ya? Moyang saya bukan orang hebat. Orangtua saya nggak soleh. Kuliah saya nggak bisa  saya selesaikan pas 4 tahun. Saya belum pernah ke luar negeri, nggak doyan organisasi, nggak bisa main musik, kurang altruis. Novel saya nggak dianggep sama penerbit. Cerpen saya nggak digubris sama majalah. Gagasan skripsi saya nggak didukung kebijakan pemerintah. Teman saya nggak banyak, meski saya menghargai mereka yang masih mau dekat sama saya. Tapi emang sebetulnya nggak banyak yang saya pinginin dalam hidup ini sih. Obsesi saya ada satu dan demi itu yang saya butuhkan hanya kepribadian yang matang. Di mana nyarinya ya?

Ah, tapi saya bukan lagi pingin bikin pembaca kata-kata ini berpikir, "nyedihin banget sih ni orang." Saya cuman pingin membagi salah satu penghiburan saya selama ini kok. Dan saya tahu, nggak semua orang bisa menghibur dirinya dengan cara ini.

wajah satu...

mestinya dagunya nggak selancip ini...
eu... dagunya mencong...
karakter favorit saya!
asa mirip sama temen sma...
...dan wajah yang lain untuk satu karakter... atau jangan-jangan mereka karakter yang berbeda?

Ada yang bisa kasih tahu saya caranya membuat mereka sejajar? Hehe... *masih kurang minat ngutak-atik blogspot* Ketika saya menggurat wajah-wajah di atas di buku catatan semester ini, saya bilang pada Ima, yang waktu itu duduk di samping saya, kalau saya cuman bisa gambar muka. Bagian badan ke bawah saya nggak piawai. Lalu Ima mengatai saya "desainer muka". Gimana ya... Habis wajah tuh udah mengatakan segalanya sih...

kayak pas foto...

setelah dipindai hasilnya ternyata tidak begitu jelas, haha, ya sudahlah, padahal saya suka goresan pensilnya... digambar di halaman paling belakang pengantar praktikum Perencanaan SDH.

duo dalam balada harmonika. digambar di buku ajar Hidrologi Hutan.

berhasil bikin si dia yang tidak mirip teman sma, alhamdulillah...

Beberapa orang pernah bertanya apakah saya bisa menggambar cewek berjilbab. Bisa. Tapi nggak biasa. Dalam salah satu panduan menggambar manga yang pernah saya baca, model rambut itu bisa ikut menentukan karakter. Namun ini nggak bisa dijadikan pembenaran untuk mengelak dari belajar menggambar cewek berjilbab. Mungkin kapan-kapan saya tampilkan parade gambar cewek berjilbab. Kapan-kapan...

Ah, biarpun saya sudah kena julukan "desainer muka", bukan berarti saya nggak bisa gambar bagian tubuh lainnya juga. Bisa kok. Asal dimulai dengan yang semacam ini:

"ampun, Bos... bukan saya..."

Yeah. Sketsa, Bos. Dan biarpun udah pake sketsa juga saya nggak mesti berhasil. Malah kadang nggak pake sketsa-sketsaan segala bisa langsung berhasil. Tergantung tangannya lagi bisa diajak kompromi apa nggak sebetulnya.

ini dari iklan laptop di majalah GADIS apa ya? itu tai lalat di bawah mata bukan sengaja. emang kertasnya bernoktah keknya. digambar pada 2 oktober 2009.

ini juga dapet ngealih-versi dari majalah GADIS juga, cuman dari bagian sampulnya. butuh berkali-kali ngapus. tapi saya suka hasilnya, terutama mbak yang di tengah, ihir. digambar pada 2 oktober 2009 juga.

masih dari majalah GADIS juga, dari salah satu halaman di dalamnya... artikel apa ya? digambar pada 2 oktober 2009 juga, mungkin pada saat itu tangan saya gi alus-alusnya. fyi: majalah GADIS-nya saya pinjam dari orang yang nggak kenal saya dan saya pun nggak gitu kenal dia dan baru saya balikin sekitar satu setengah tahun kemudian lewat temen kosnya, hehe... paling juga pemiliknya belum tentu nyariin, tapi batin nggak tenang aja gitu...

kalau yang ini... dapet ngealih-versi nggak ya? yang jelas karakter yang saya masukan di sini adalah salah satu tokoh rekaan saya dari proyek yang nggak tau mau digarap kapan... sambutlah pendekar kita, malin kundang!

ini temennya sepetualangannya si malin kundang, tapi, o, lihatlah, betapa tidak proporsional tubuhnya! yah, maklumlah, ra kulina...

ini... hm... iseng-iseng aja, haha...

bagian tubuhya sepertinya nggak proporsional juga. tapi ini adalah karakter favorit saya juga... :)

nggak bertanggal. kayaknya dari majalah GADIS juga. kalau nggak salah dia ini artis sinetron yang indo gitu, tapi saya nggak nginget siapa...


Satu yang saya pelajari dari orang yang sombong adalah bahwa patut saja dia sombong karena kenyataannya dia memang begitu. Pamer dong namanya... Jadi sombong apa pamer bedanya apa ya? Katanya ini penyakit hati. Dosa apa nggak, kiranya ini urusan Allah SWT. Tapi yang jelas ini pameran gambar saya, hehehe...

Kok bisa gambar? Emang gambarnya bagus? Kan nggak semua orang bakat gambar... Ini bukan bakat kok, awalnya juga saya jiplak komik yang saya senangi aja, terus-menerus, bertahun-tahun, sampai bisa bikin sendiri dengan garis-garis yang lebih mantap, atau halus, tapi yang jelas, terlatih. Bukti bahwa ini cuman perkara latihan, bukan bakat, ya itu tadi, saya nggak fasih gambar anggota tubuh. Wajah pun cuman bisa gambar madep depan, tengok kanan, tengok kiri aja. Meski hasilnya baru gini doang dan belum bisa membikin saya jadi komikus beneran, ini adalah suatu bukti yang saya alami sendiri kalau kebisaan itu diperoleh dari latihan.

Yuk, kita terus berlatih... Seperti dalam lirik lagu Chaseiro, "Untukmu", jangan terhenti dengan percuma...

2 komentar: