LAINNYA

Kamis, 01 November 2012

Surat untuk Calon Suamiku

Bandung, 24 Oktober 2012

Yang tersayang,
Calon suamiku
di manapun berada

Mungkin baru sejuta tahun lagi Allah mempertemukan kita. Agaknya Dia hendak memberi kita banyak pahala, sebagai ganjaran atas kesabaran kita.

Tidak, aku tidak sabar…

…untuk memeluk punggungmu,
…belajar menyayangi dan mengasihi,
…dibimbing olehmu di dunia dan untuk akhirat.

Mungkin ini bagian dari rencana Allah untuk melejitkan potensi kreatifku.
Sudah sekian proyek fiksi tergagas dalam benakku, kuduga mereka terwujud berkat kerinduanku padamu dan bakal penerus kita.

Sayangku,
mungkin aku mesti menunggumu hingga mencapai taraf tertentu dalam hidupmu,
sementara aku masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk menyempurnakan diriku bagimu.

Aku ingin kamu bisa melihat keindahanku dalam keadaanku yang paling biasa.
Aku tidak ingin membiarkan kumpulan resep masakan dan buku-buku parenting milik mamaku mubazir lebih lama.
Hingga kukira prestasi terbesarku sebagai seorang perempuan adalah kamu, dan campuran kita.

Mungkin Allah akan mempertemukan kita dalam kondisi kita yang terbaik bagi satu sama lain, dan akan lebih baik seterusnya. Insya Allah.

Sungguh ketidakpastian adalah derita jua,
tapi kita akan menjadi pasangan yang optimis bukan?


Kecup Sayang,


XX


NB:
Biar mengurangi sepi dalam penantianmu, kusertakan lagu ini untukmu, Sayang…
   
  
Batas jalan setapak yang ada di pematang jalanku, kutiti sendiri dengan ditingkah bayu, merebakkan lagu. Awan pun berarak membawa harapan, adakah nanti jawaban? Kasihku, jika nanti kau panggil namaku, itu saat kenyataan tiba karena kau milikku. Kasihku, jika dari awan yang kelabu titik hujan membawa melodi, akulah milikmu. Adakah dendam ini meredam benih kasih, bilakah memantulkan sinar lalu kan menerangi dua hati ini… walau bagaimana ku tetap mencari cahaya darimu, Sayang… (SAS – Jika Nanti Kau Panggil Namaku)


sekadar ngerjain latihan dari sini
dengan perasaan setawar Nada Surf dalam "Inside of Love", cius. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar