hari penuh kecemasan
gara-gara mampir ke sini dan ke mari, saya terinspirasi untuk bikin diari grafis juga.
Pembaruan Blog Lain
-
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (2/2)
-
Pa Camat mengangguk-angguk sambil mengusap-usap kumisnya. Pa Lurah,
memelototi Bah Emuh, berkata: “Betul! Abah sudah memenangkan urusan ini,
tapi Abah bi...
1 hari yang lalu
-
Yentl
-
Oleh Isaac Bashevis Singer ISAAC BASHEVIS SINGER, pemenang Nobel Sastra
1978, lahir di Radzymin, Polandia pada 1904, dan tiba di… Read more Yentl
8 bulan yang lalu
-
Raja Belanda: Maaf atas Kekerasan Berlebihan
-
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi Indonesia untuk
meningkatkan hubungan kedua negara. Raja juga meminta maaf atas kekerasan
berle...
6 tahun yang lalu
eh, ya ampun, bodoh. aku yang bodoh maksudnya. hahaha .. itu kan link-nya yang kubaca itu dari dirimu ya. ampun ampuuun :p
BalasHapuswell, tengkyu for mampir... :)
BalasHapusIni kece, Dyah. Aku suka panel tentang suasana kereta Lodaya malam. Kereta ekonomi banget. Hoho. Garis diagonal, titik, sama spiralnya mempertegas suasana. :)
BalasHapussebenernya... Lodaya itu bisnis dan eksekutif, dan yang saya naikin pd malam itu adl bisnis tanpa tempat duduk. Hoho.
Hapusterima kasih sudah meninggalkan jejak, nurul sisilia :)