
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (2/2)
-
Pa Camat mengangguk-angguk sambil mengusap-usap kumisnya. Pa Lurah,
memelototi Bah Emuh, berkata: “Betul! Abah sudah memenangkan urusan ini,
tapi Abah bi...
1 hari yang lalu

eh, ya ampun, bodoh. aku yang bodoh maksudnya. hahaha .. itu kan link-nya yang kubaca itu dari dirimu ya. ampun ampuuun :p
BalasHapuswell, tengkyu for mampir... :)
BalasHapusIni kece, Dyah. Aku suka panel tentang suasana kereta Lodaya malam. Kereta ekonomi banget. Hoho. Garis diagonal, titik, sama spiralnya mempertegas suasana. :)
BalasHapussebenernya... Lodaya itu bisnis dan eksekutif, dan yang saya naikin pd malam itu adl bisnis tanpa tempat duduk. Hoho.
Hapusterima kasih sudah meninggalkan jejak, nurul sisilia :)