bapak itu, selalu dengan senyum terulas yang diusahakan.
legowo.
pakaian lusuh itu mungkin adalah pakaian terbaiknya
menyandang tas besar yang senada pakaiannya
dua tangannya yang bertonjolan urat
memegang benda-benda plastik berwarna-warni
menapaki ubin fakultas
mendorong pintu demi pintu,
yang di dalamnya ada orang berdasi
atau berbatik rapi
terlindung dari hawa panas yang diuarkan siang terik
setengah menuai asa, menawarkan
adakah yang hendak menukar
benda-benda dalam tangannya itu dengan uang kertas?
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (2/2)
-
Pa Camat mengangguk-angguk sambil mengusap-usap kumisnya. Pa Lurah,
memelototi Bah Emuh, berkata: “Betul! Abah sudah memenangkan urusan ini,
tapi Abah bi...
1 hari yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar