di lobby rumah sakit itu
aku berlagak tak melihatmu
hingga kau mendekatiku
dan menyapa kaku
sejak itu
disertai perasaan gagu
muka ilfilmu terbayang selalu
i think you're the right person for me but i'm just too humble for you
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (2/2)
-
Pa Camat mengangguk-angguk sambil mengusap-usap kumisnya. Pa Lurah,
memelototi Bah Emuh, berkata: “Betul! Abah sudah memenangkan urusan ini,
tapi Abah bi...
1 hari yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar