Rabu, 30 September 2026

KATA PENGANTAR DAN PETUNJUK PENGGUNAAN

Pembaca tentu mengharapkan manfaat dan cara pemakaian yang setepatnya dari buku ini. Oleh karenanya di bawah ini dikemukakan dengan singkat dan saksama apa yang menjadi tujuan, bagaimana mencapai tujuan itu, dan apa yang perlu dilakukan untuk memperoleh faedah yang sebsar-besarnya dari buku ini.

Tujuan

Dengan sendirinya bahasa asing akan lebih mudah dipelajari dengan pimpinan seorang pengajar ahli. Tetapi oleh karena tidak selalu bisa didapatkan pengajar yang demikian, maka penulis dalam buku ini mencoba menjadikan cara belajar tanpa guru.

Buku ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan pasif yang memungkinkan membaca dan mengerti Bahasa Belanda. Dengan demikian lebih mudah dipelajari daripada belajar bercakap-cakap Bahasa Belanda tanpa pengajar. Mengingat kata-kata dan kalimat-kalimat jauh lebih mudah daripada mengunakannya. Jadi tujuan buku ini terutama hanyalah memberikan kemampuan kepada yang mempelajarinya untuk dapat membaca serta mengerti tulisan-tulisan (karangan-karangan) dalam bahasa Belanda. Meskipun demikian hal ini tak akan merintangi mereka yang dengan kemauan keras juga hendak belajar bercakap-cakap Bahasa Belanda.

Metode

Sebagaimana bahasa-bahasa lain, Bahasa Belanda memiliki banyak sekali kata-kata. Sebagian dari kata-kata itu sering, bahkan amat sering, dipergunakan, sedangkan puluhan ribu lainnya jarang-jarang hingga amat jarang dipergunakan.

Dalam metode buku ini dipergunakan kata-kata yang lazim dipakai karena kata-kata inilah yang lebih berguna (mempunyai nilai pakai).

Karena kata-kata itu selalu dipakai dalam kalimat maka di sini pun kata-kata itu dikemukakan dengan mencantumkannya dalam kalimat-kalimat. Untuk memudahkan pelajar mengingat dan mengerti kata-kata yang telah dipelajari, kata-kata itu senantiasa diulangi dalam halaman-halaman berikutnya. Juga bentuk-bentuk kalimat yang berbelit-belit pada dasarnya berasal dari bentuk-bentuk kalimat asal yang sederhana. Dengan lambat laun diperkenalkan kepada pembaca ragam dan keruwetan-keruwetan daripada kata-kata. 

Tugas pelajar

Seseorang yang belajar sendiri tanpa guru, harus pula mengawasi diri sendiri. Ia harus keras terhadap dirinya sendiri dan harus dapat menentukan apakah pelajaran-pelajaran telah dimengertinya benar-benar. Dapat dianjurkan: hendaknya jangan melanjutkan pelajaran yang berikutnya sebelum benar-benar memahami pelajaran sebelumnya. 

Selanjutnya: belajarlah teratur tetapi jangan berturut-turut terlalu lama.

Dalam tiap-tiap pelajaran, kata-kata yang belum dikenal dicetak dengan huruf miring dan terjemahan diberikan di sampingnya. Jika ada kata-kata yang telah diberikan tetapi lupa, carilah kembali pada pelajaran-pelajaran yang mendahului atau dalam daftar kata-kata pada akhir buku ini. 

Akhirnya diucapkan, selamat belajar.

Sebagai penutup penulis menyatakan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang memberikan bantuan, terutama kepada Sdr. I. F. M. Salim yang telah sudi membantu hingga buku ini tersusun. Demikian pula kepada Sdr. Esmet Sapari dari Sekolah Indonesia di Nederland yang sekadar telah membaca dan memeriksa rencana naskah buku ini.

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain