Sabtu, 26 November 2022

Aku mau ngomentarin komik-komik yang ada di Nakayoshi Edisi Oktober 2003

* ULTRA CUTE
Menurutku, sebenernya Tamon sama Tomohiro itu cuma mau ngerjain atau nipu Ami sama Noa yang rada-rada polos aja. Dengan bikin keduanya ge-eran. Tapi si Tamon teh lucu da. Mirip ama yang di Comic Boys.
* LET'S GET MARRIED
Aku bingung. Si Toko jadiannya nanti ama Kaze, Nagi, atau malah bukan sama dua-duanya, ya? Tapi komik ini rada konyol juga.
* MILK SHAKE!
Anak dalam komik ini kreatif banget ya! Dari barang bekas apapun dia bisa bikin benda-benda lucu dan menarik. Kayaknya asyik juga ya, kalau bisa bikin barang-barang lucu hasil kreatif kita sendiri.
* NEW UFO BABY
Jujur, aku lebih suka Ufo Baby da.
* TOKYO MEW MEW
Gambar di film kartunnya lebih bagus, lucu dan manis
* CYBER IDOL MINK
Sebenarnya ceritanya lumayan lucu dan rame juga. Cuma, da khasnya Megumi Tachikawa sih, jadi gambarnya ...
* MERMAID MELODY
Rada nggak ngerti ih. Gambarnya sih, lumayan.
* TINA THE WIND UP TOY
Aneh ih ... Tapi ... lumayanlah. Sedikit nambah cling dan clong
* DONNUT PUDDING
Ceritanya KOOOOOOOOONYOL banget deh. Rada lucu juga sih. Aku paling suka sama si kelincinya.
* HOPPER & YUMMY'S KITCHEN
Enak juga ya, kalau bisa pinter masak. Lagian si Tsuyoshinya juga lumayan manis.
* 12 SIGNS OF ZODIAC
Aku nggak begitu tertarik. Selain karena ada analisisnya yang nggak kumengerti (cerita detektif, sih) aku juga nggak percaya ama zodiak.
* HOHOEMI DORMITORY
Kayaknya enak juga tinggal di asrama dan teman-temannya juga baik gitu. Apalagi kalau bisa main sepak bola dan jadi manager.
~ Shinju Arisa teh orang Jepang atau orang Indonesia sih

... disalin dari entri bertanggal "081103, Sabtu" dengan sedikit penyesuaian. Karena edisi 1 Nakayoshi Gress! terbit pada September 2003, maka yang Oktober 2003 sepertinya adalah edisi 2, yang mana untuk sementara ini tidak ditemukan di koleksi yang ada di rumah. (Begitu juga dengan edisi 3, begitu juga dengan semua komik Salad Days, aaarrrggghhh!!! saha tah balikeun sia komik aing) Setelah googling ... kovernya sepertinya yang ini:

Gambar dari Carousell.

Jumat, 25 November 2022

Edisi Perdana Majalah Komik Jepang Pertama di Indonesia

Gambar dari Tokopedia.

Nakayoshi Gress! Edisi 1 September 2003

Elex Media Komputindo, Jakarta

ISSN 1693-5454

Harga Promosi Rp 15.000

Tebal 432 halaman


Sebelum ini, saya tidak tahu ada majalah komik di Indonesia. Setidaknya, "From Editor" mengonfirmasinya. "Inilah majalah komik Jepang pertama di Indonesia. Nama majalah baru ini sama dengan nama majalah komik aslinya di Jepang sana. Untuk membedakan dengan edisi Jepangnya kami memakai nama NAKAYOSHI Gress!" Demikianlah. 

Ada 10 judul komik yang dimuat di edisi perdana majalah yang bentuknya lebih menyerupai buku komik tebal ini. Semuanya masih gres di Jepang, pada waktu itu, katanya. Komik yang dipilih untuk disajikan betul-betul yang identik dengan dunia anak perempuan alias girly abis bo!, yaitu tentang mamasakan ("Hopper & Yummy's Kitchen"), jejahitan ("Milk Shake!"), zozodiakan ("12 Signs of Zodiac"), kekecengan (di semua cerita ada tentunya, tapi yang fokus tentang mengincar cowok-cowok adalah "Ultra Cute"), kakawinan ("Let's Get Married"), iidolan ("Cyber Idol Mink"), sampai dodongengan ("Mermaid Melody"). 

Karena nomor pertama, isi komiknya tentu baru pada memperkenalkan tokoh utama dan pendukungnya. Pada beberapa komik ada unsur yang similar kayak murid baru ("New UFO Baby", "12 Signs of Zodiac", "Mermaid Melody"), magical girl ("Tokyo Mew Mew", "Mermaid Melody, "Cyber Idol Mink"), dan pastinya selalu ada potensi romance antara cewek tokoh utama dan cowok love interest-nya.

Sebagian komik dalam majalah ini dibuat oleh komikus Jepang yang karya-karya sebelumnya sudah diterbitkan dalam edisi Indonesia, sehingga bisa dibilang sudah cukup dikenal khalayak sini. Sebutlah Mika Kawamura dengan UFO Baby yang juga ada kartunnya di TV itu, Megumi Tachikawa dengan seri Saint Tail (yang saya kenal justru dari mainan boneka kertas atau BP/Bongkar Pasang atau baju-bajuan) dan Dream Saga, serta Nami Akimoto yang salah satu ceritanya yang paling terkenal itu kalau enggak salah tentang sepasang cewek kembar yang bisa berpindah tempat dengan mengaitkan jari kelingking atau semacam itulah. 

Ada beberapa hal yang mungkin belum jadi perhatian saya pada waktu pertama kali membaca komik-komik dalam majalah ini (alias hampir dua dekade lalu). Misalnya, dulu saya belum ngeh bahwa "Tokyo Mew Mew" itu ada unsur science fiction dan environmentalism-nya. Kemudian, ada sebagian komik yang walaupun tokohnya masih kelas 5 SD atau paling tua mungkin baru 1 SMA, pakaiannya super terbuka banget yak, hahaha .... 

Komik favorit saya yaitu "Donut Pudding" karya Neko Nekobe. Ceritanya paling menghibur dan pakaian tokohnya pun sopan dibandingkan dengan komik-komik sebelumnya, wkwkwk. Tiap komik dalam majalah ini kan diakhiri dengan profil singkat komikusnya. Nah, melihat dari tahun debutnya, tampaknya pembuat komik yang satu ini sudah "senior" tapi masih bisa bikin cerita tentang anak-anak kelas 5 SD yang oke. Komedinya dapet, berupa kejutan-kejutan dan saya suka ketika cowok kecengan diam-diam "jahat", hahaha. Kayak gitu dong, tetap menghasilkan karya yang asyik tanpa terpengaruh oleh umur.

Komik lainnya yang menarik buat saya yaitu "Ultra Cute", berhasil memancing rasa penasaran saya apakah Tamon dan Tomohiro sesungguhnya punya maksud tertentu terhadap Ami dan Noa. Selain itu, saya juga suka gaya gambarnya Nami Akimoto sih. Kalau saya masih doyan belajar menggambar karakter ala komik Jepang, sepertinya gayanya yang akan saya jadikan panutan. 

Selain komik, selazimnya "majalah", ada pula beberapa artikel yang masih seputar perkomikan dan jejepangan. Di antaranya, ada informasi tentang Machiko Manga School dan sedikit pelajaran manga. Kemudian ada artikel yang mengingatkan saya bahwa pada masa itu juga terbit novel-novel mini dengan label "Cerita Cantik" (kalau komik kan "Serial Cantik") disertai ilustrasi dengan karakter ala komik Jepang. Saya pun teringat lagi bahwa pada masa itu pula ada penerbit dalam negeri yang menerbitkan serial nomik alias novel-komik, tepatnya si Olin dari DAR! Mizan. 

Majalah ini juga memuat daftar lagu untuk ringtone HP. Koleksi di playlist "Soundtrack Masa SMP" saya di YouTube pun bertambah deh, sekarang sudah lebih dari 1.000 video!

Selain itu ada halaman iklan full color berisi informasi tentang judul-judul komik yang lagi naik waktu itu kayak Rave, One Piece (sampai sekarang--hampir dua dekade kemudian--masih belum tamat juga, yak?), dan Captain Tsubasa, serta kover-kover majalah Animonster.

Sebetulnya ada juga sih komik buatan dalam negeri yang nyempil di antara karya para mangaka Jepang ini, tapi sifatnya lebih seperti artikel bergambar saja--tepatnya sih, rubrik zodiak. Ialah Shinju Arisa yang seingat saya sepertinya ada beberapa komiknya yang pada masa itu diterbitkan Elex juga. Dari artikelnya, kita tahu bahwa istilah "kormod" (korban mode) dan "saltum" (salah kostum) sudah beken pada masa itu. 

Peace, Love, and Gaul!

Kamis, 24 November 2022

Rangkuman UUD 1945

BAHAN TAYANGAN MATERI SOSIALISASI UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
Sekretariat Jenderal MPR RI, Jakarta
Cetakan ketiga, Juni 2007

Menurut Kata Pengantar, Bahan Tayangan ini dibuat untuk memasyarakatkan UUD 1945, agar masyarakat mudah memahaminya. Bahan Tayangan ini mengacu kepada UUD 1945, tapi bukanlah acuan itu sendiri. Acuannya tetap naskah UUD 1945 yang asli.

Meninjau isinya, buku ini seperti kumpulan slide PowerPoint yang merangkum UUD 1945. Mungkin itu sebabnya buku ini disebut sebagai "bahan tayangan". Materi UUD 1945 disarikan dalam bentuk bagan alir seperti tayangan pada slide PowerPoint. Format tersebut mungkin memudahkan orang untuk mengingatnya, dibandingkan bila berupa teks hitam di atas putih saja tanpa bentuk-bentuk dan warna-warna.

UUD 1945 penting untuk disosialisasikan karena merupakan hukum dasar yang mencakup pandangan hidup, cita-cita, dan falsafah yang adalah nilai-nilai luhur bangsa dan menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara. Demikian kata sambutan pimpinan MPR RI  dalam buku ini.

Sudah merupakan tugas pimpinan MPR menurut pasal 8 ayat 1(d) UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD untuk menyosialisasikan materi yang notabene merupakan putusan MPR ini.

Kalau sekadar dibaca tanpa betul-betul dipahami, seluruh buku ini dapat dituntaskan dalam kurang dari 1 jam. Namun untuk memahaminya, sepertinya perlu disertai penjelasan atau sambil membaca naskah yang menjadi referensinya bahkan sumber-sumber lain seputar itu. Kalau sudah paham, buku ini dengan formatnya yang sedemikian rupa dapat menjadi rangkuman yang berguna bagi yang hendak menghafalkan UUD 1945.

Senin, 21 November 2022

Pengingat untuk Bersyukur dan Tersentil

Gambar diambil dari Twitter
@sukma_hetty
.
Noktah Perjalanan Hidup
Penulis: Endah Nurzaira, dkk.
Penerbit: Dd Publishing, Riau, 
Juli 2022 (cetakan pertama)

Buku ini adalah kumpulan tulisan bebas dengan tema kehidupan. Hampir semuanya ditulis oleh perempuan, hampir semuanya bernuansa religius. Tidak semua tulisan diangkat dari pengalaman pribadi; ada yang menceritakan pengalaman orang lain, ada pula yang tampaknya fiktif meski tentunya masih realistis dan penuh harapan. Ada juga yang tampaknya berupa renungan saja. Adakalanya terasa mengkhotbahi, tapi anggap saja sebagai pengingat yang kadang-kadang memang dibutuhkan.

Beberapa pengalaman betul-betul berat. Karena umumnya yang menulis adalah perempuan (yang laki-laki cuma satu), maka pengalaman berat itu mengenai perjuangan perempuan khususnya lagi mengenai upaya mereka dalam mencari nafkah baik untuk diri sendiri maupun keluarga. 

Membaca kisah semacam itu, timbul pikiran bahwa orang bisa menjadi pribadi dewasa, hebat, mandiri, tangguh, apalah yang dielu-elukan masyarakat, bisa jadi di luar kemauan sendiri yaitu berkat keadaan eksternal yang memaksanya ke arah situ, dengan sebelumnya entah bagaimana sudah diberikan kemampuan yang kemudian klik dengan takdir itu. Contoh dari keadaan eksternal tersebut adalah meninggalnya tulang punggung keluarga, yaitu ayah/suami. Apalagi jika ayah/suami tersebut merupakan sosok yang baik/bertanggung jawab, tentu tak seorang pun hendak memilih untuk kehilangan. 

Gambar diambil dari Twitter
@sukma_hetty
.
Idealnya sih, punya ayah/suami yang baik/bertanggung jawab dan yang bersangkutan bisa tetap jadi pribadi yang wow. Nyatanya, tidak semua orang diberikan karunia itu. Ada yang ayah/suaminya masih hidup tapi tidak baik/tidak bertanggung jawab atau baik/bertanggung jawab tapi keburu dipanggil YME sehingga yang lainnya terpaksa mandiri lebih dini. Ada pula yang ayah/suaminya terlampau baik sehingga yang lainnya jadi susah mandiri. Macam-macam deh. 

Proporsional saja dalam melihatnya. Apalagi dalam nuansa religius buku ini, perbedaan nasib dan cara-cara menjalaninya kiranya berkaitan dengan iman kepada qada dan qadar atau takdir yang kata seorang ustaz di antara hikmahnya adalah agar tidak jatuh dalam penyakit-penyakit hati berupa sombong, ujub, iri, atau putus asa.

Tulisan favorit saya adalah "Perjalananku Masih Panjang" oleh Yesil Yaz, yang sebetulnya di akhir membuat saya bertanya-tanya: "Ini nyata atau fiktif, sih?" Kalaupun memang diangkat dari kisah nyata, sepertinya (perkiraan) usia si aku terlalu belia untuk dapat menuturkannya sendiri. Kemungkinan ini kisah seseorang yang disampaikan oleh penulis seakan-akan mengalaminya sendiri, yakni dengan menggunakan sudut pandang orang pertama. Tulisan ini menceritakan tentang seorang anak yang bisa dibilang ditelantarkan oleh kedua orangtuanya sehingga dalam pengasuhannya "dilempar" ke sana-sini, bahkan sempat dianiaya orang tak dikenal juga. Hiks. Terlepas dari penggunaan sudut pandang yang meragukan itu, cerita ini masih terasa realistis serta dapat menyentuh dan meyakinkan. Putar soundtrack-nya dulu ah.


Tulisan lainnya yang memantik pikiran adalah "Apa yang Bisa Dilakukan Setelah Berhenti Kerja?" oleh Hetty Kusumandari. Di akhir tulisannya, penulis mengajukan kiat untuk menemukan bidang yang hendak ditekuni. Sepertinya bukan sekali ini saya mendengar masukan bahwa pengalaman atau kesenangan masa kecil itu bisa jadi penentu. Cuma, belakangan ini, saya kerap memikirkan kebenarannya. Maksudnya, apakah mesti seperti itu? Yang saya alami justru sekarang itu terasa semakin enggak relevan. Seiring dengan waktu, perlahan-lahan kita tumbuh dan berkembang menuju perubahan dari diri yang sebelumnya. Hal-hal yang pernah begitu memuaskan di masa lalu pun ditinggalkan, entahkah atas keterpaksaan menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan/zaman or simply because the magic has gone
"... kalau bicara usia, ada satu titik di mana kita sudah harus legowo, melepas hal-hal ambisius yang dirasa memberatkan kita." (halaman 23) 

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain