"Hernadi Tanzil adalah peresensi yang disukai penulis, disayangi penerbit," demikian kata Muhidin M. Dahlan. Resensi Pak Tanzil merupakan contoh yang baik dan sopan karena tidak pernah menyinggung siapa-siapa. Resensinya juga terasa santai, seakan ditulis oleh yang sungguh menikmati dan memuliakan buku. Adapun kata Anwar Holid--pembahas dalam acara ini--kebanggaan peresensi adalah bila menemukan bahan untuk dikritik. Bagi penerbit, lebih baik buku dijelek-jelekkan oleh peresensi daripada tidak ada resensi sama sekali--sebegitu pentingnya peran resensi dalam industri penerbitan dan ekosistem literasi.
Peran lain peresensi adalah membantu orang untuk lebih selektif dalam menentukan buku yang betul-betul perlu dibaca atau dibeli. Toh harga buku bisa jadi mahal, kesempatan untuk membacanya juga terbatas.
Ada ratusan resensi yang telah ditulis Pak Tanzil. Selain Goodreads, resensinya terdapat di blog: https://bukuygkubaca.blogspot.com/. Resensi yang dipilih untuk diterbitkan dalam (R)esensi Maniak ini ditulis dalam rentang 2005-2019, mencakup buku dari tiga kategori: buku tentang buku/metabuku (8), sastra Indonesia (7), dan sastra terjemahan (22). Tujuh resensi pernah dimuat di media massa, antara lain Ruang Baca Koran Tempo.
Saya belum membaca benar-benar buku (R)esensi Maniak, baru melihat-lihat isinya. Dari pemindaian sekilas, tampak bahwa resensi yang dibuat Pak Tanzil merupakan artikel utuh, yang menyarikan buku secara menyeluruh. Resensi yang sungguh-sungguh ini dibandingkan dengan "resensi" lainnya yang banyak terdapat di Goodreads, serta "resensi" yang dewasa ini populer di media sosial. Kebanyakan "resensi" di Goodreads mungkin bukan benar-benar resensi, melainkan hanya komentar. Hanya sedikit yang membuat ulasan panjang mencakup keseluruhan buku, selebihnya hanya satu-dua paragraf. Sedangkan "resensi" di media sosial berkesan tergesa-gesa, kurang kedalaman, kadang-kadang lebai, tapi justru itu yang efektif bagi generasi muda kiwari yang suka apa-apa serbacepat. Sementara generasi lama yang tumbuh bersama media cetak, blog, dan Goodreads yang mungkin lebih bisa menikmati resensi berupa tulisan panjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar