O, A,
hidupmu terlalu berat untuk kusangga.
Terima kasih karena telah memaksaku membuka mata.
Tapi...
hasratmu kok sekarang tak lagi kerasa?
Apa maksudmu mengangguku ujian, hah?
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (1/2)
-
*Kepada ibuku di gunung, yang dahulu sempat tak boleh disebut ibu.*
Siang sedang terang-terangnya. Jalan Ciawang—Singaparna yang tak rata
karena batu ...
6 hari yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar