LAINNYA

Minggu, 17 April 2011

Dosa Pembawa Berkah

Judul : Tidak Hilang Sebuah Nama
Pengarang : Galang Lufityanto
Penerbit : Era Intermedia, 2002

Kembali ke fiksi islami. Padahal dari sampulnya novel ini terlihat seperti novel thriller. Thriller islami? Atau mungkin thriller psikologis islami? Manalah. Memang novel ini memuat adegan pembunuhan, tapi ujung-ujungnya adalah soal hidayah.

Supaya tidak lupa kalau kelak ada yang tahu saya pernah baca novel ini dan bertanya ceritanya seperti apa, secara garis besar novel ini menceritakan tentang seseorang yang membunuh kembarannya—tidak spoiler lo, ini sudah terberitahukan di sampul belakang. Supaya tidak ketahuan, ia—sebut saja Odive—menyembunyikan mayat kembarannya itu—sebut saja Olive—di suatu tempat di flat mereka (di mana hayo?—semoga penasaran dan jadi penggugah keinginan untuk membaca novel ini). Supaya tak ada yang curiga, Odive pun menjalani kehidupan sebagai Olive yang telah menjadi muslimah. Sampai suatu ketika, mayat Olive dicuri! Dicuri siapa ya? Bryne? Charles? Pencurian mayat Olivelah yang kemudian membawa Odive pada balasan atas kesalahannya. Namun itu bukan perkara penting karena point-nya adalah: berkat membunuh, Odive jadi mendapatkan hidayah Allah SWT. Akhir yang bahagia. Seandainya tokoh Arif dibuat lebih ‘berkarakter’, cerita ini tak kan menjadi terlalu biasa.

Sebagaimana novel islami pada umumnya yang saya ketahui, saya rasakan karakter-karakter dalam novel ini juga lemah. Ini selalu membuat saya gemas. Saya rasakan karakter-karakter dalam novel islami begitu mudah diarahkan pada kebaikan. Okelah pada mulanya mereka semacam kufur, tidak ingat Tuhan, berperilaku bejat, berkeyakinan salah, dan sebagainya. Lalu tek tek tek, datang seseorang yang begitu menyejukkan hati dan membuka pintu hidayah. Entah konflik bagaimana yang kemudian terjadi, yang hitam begitu hitam dan yang putih begitu putih, yang hitam pelan-pelan menuju putih… Karakter-karakter pendukung hanya sekedar mendukung, namun tak menunjukkan kekuatan karakternya sendiri, kasihan. Siapakah mereka sebenarnya? Mungkin boneka. Novel selesai dibaca dan didapat kesimpulan bahwa secara keseluruhan, ah, begitu mudahnya ‘kesempurnaan’ itu diraih. Ah, jadi berislam itu mudah ya, berislam itu indah, gumam pembaca dalam hati.

Dan sebagai orang yang sudah beragama Islam dari sononya, saya tidak mendapatkan sesuatu yang baru tentang Islam. Apa kalau saya seorang non muslim saya akan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula?

Begitulah. Entahlah. Cara demikian mungkin masih berhasil pada kalangan tertentu. Jadi tidak perlu itu yang namanya ‘bahkan figuran pun harus berkarakter!’—karakter yang sungguh manusiawi, bukannya tipikal—baiklah, ini hanya keinginan ideal saya saja.

Ada begitu banyak jumlah manusia di dunia ini, yang berarti ada jauh lebih banyak karakter juga—jauh lebih banyak dari yang ada pada zaman Nabi Muhammad SAW, yang mana berarti harus ada jauh lebih banyak pula pendekatan yang dikerahkan untuk mengajak mereka pada Islam. Kita tidak bisa hanya menggunakan pola yang biasa digunakan dalam novel islami pada umumnya itu, dengan para karakter yang itu-itu saja seakan sudah satu paket.

Para pengusung dakwah kepenulisan—khususnya fiksi—sebaiknya tidak membatasi bacaannya hanya pada fiksi islami. Berbagai macam fiksi, apapun yang disampaikan, bagaimanapun cara mengemasnya, sekiranya patutlah juga dipelajari dengan diiringi penguatan ilmu Islam. Bagaimanapun, bukankah karya sastra yang baik itu bukanlah yang sekedar baik isinya tapi lebih lagi pada bentuk(/cara pengemasan)nya pula?

Dan dengan demikian, tinjauan melantur ini saya akhiri dengan pertanyaan-pertanyaan terkait novel ini: Apakah kisah Andrew, bapak Odive dan Olive, perlu dijabarkan sedemikian rupa? Kalau tidak dimunculkan apakah akan mempengaruhi kisah utamanya?; Mengapa Arif tidak mau berboncengan motor dengan Odive tapi tidak masalah jika kendaraan yang digunakan adalah mobil? Memang mereka bisa lebih menjaga jarak di dalamnya, tapi apapun bisa terjadi dalam mobil tanpa orang-orang di luarnya mengetahuinya, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar