Sabtu, 02 November 2013

Mengerjakan Soal
I
Ketika aku masih SMP, ada sepupu menumpang di rumah. Ia hen­dak mengikuti tes CPNS di kota kami. Kadang buku kum­pul­an soal tes CPNS miliknya tergeletak begitu saja di meja ru­ang tengah. Aku iseng mengerjakannya. Aku tulis jawabanku di kertas lain. Ketika kucocokkan dengan kunci, ternyata ja­wab­anku hampir benar semua. Sejak itu aku bercita-cita men­ja­di PNS.
II
Memang prestasiku di sekolah lumayan. Berkebalikan dengan ce­wek di bangku sebelahku. Ia lemah sekali terutama dalam Ma­tematika. Mengherankan. Sampai suatu kali kuberi ia ma­suk­an. “Kenapa kamu enggak minta diajarin papa kamu aja?” Pa­panya kan guru Matematika kami. Tapi ia malah cemberut. La­lu kuingat pak guru itu baru setahun ini jadi papanya.
III
Padahal aku cukup menyukai pak guru itu. Pernah ia mem­be­ri­kan soal ulangan sekalian dengan jawabannya. Yang ha­rus ka­mi kerjakan di kertas adalah bagaimana caranya me­me­cah­kan soal itu sehingga jawabannya sesuai dengan yang su­dah di­berikannya. Hidup ini jadi terasa bertujuan. Dan ba­gai­ma­na­pun upaya yang kita kerahkan adalah demi mencapai tu­ju­an itu.

Aku Ini Batu

Deman per­nah bilang, “Aku tidak suka jadi manusia.” Ia ingin ja­di batu. Dingin. Keras dan kaku. Tidak berpikir tidak merasa. Ti­dak me­nga­cau­kan tidak dikacaukan. Biar diinjak biar di­se­pak. Biar ter­be­nam di dasar sungai, bersama pepasiran. Tapi su­atu hari ia ditemukan meng­ambang di te­pi sungai. Mungkin mak­sud­nya itu batu apung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain