LAINNYA

Rabu, 14 September 2011

Yang Gemerlapan Bukan Hanya Pub




Judul : Kira-kira
Pengarang : Cynthia Kadohata
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009

Selalu ada yang gemerlap—kira-kira—di balik semua ini.

Dikira, novel ini bercerita mengenai suatu hal yang belum bisa diprediksi secara akurat—jadi masih kira-kira. Maka saya mengira-ngira, kira-kira novel berjudul “Kira-kira” ini lebih jelasnya bercerita tentang apa ya? Apa yang dikira-kira di dalamnya? Ada berapa banyak perkiraan? Ih, sepertinya bakal lucu deh ceritanya. Kira-kira lucunya bagaimana ya…

Namun ternyata “Kira-kira”memang judul asli novel ini. Dalam bahasa Jepang, kira-kira berarti gemerlap.

Ini cerita tentang Katie yang menceritakan tentang kakak perempuannya—Lynn. Katie sangat mengagumi Lynn. Lynn selalu bisa menemukan keindahan di balik sesuatu. Bintang. Laut. Mata orang. Semua disebutnya “kira-kira”. Lynn juga baik hati dan cerdas.

Tidak hanya tentang Lynn, Katie menceritakan juga tentang kehidupan keluarganya sebagai keturunan Jepang di Amerika pada tahun 1950-an. Pada waktu itu, rasisme masih marak. Kebanyakan keturunan Jepang hanya mendapatkan pekerjaan di penetasan ayam. Kedua orangtua Katie harus bekerja keras setiap hari. Ibu Katie bahkan bekerja dengan menggunakan popok supaya kebutuhan untuk “itu” tidak sampai harus mengganggu pekerjaannya.

Dinamika kehidupan Katie sebetulnydimulai dari pindahnya mereka sekeluarga ke suatu negara bagian. Kedua orangtuanya hendak mencari penghidupan baru. Lynn mulai jadi abege sehingga membuat Katie merasa tersisihkan. Kehadiran Sammy, adik mereka berdua, cukup menghibur Katie. Lalu Lynn terkena limfomia.

Agak mirip leukemia—limfomia berhubungan juga dengan sel darah. Penyakit ini membuat Lynn jadi terlihat tidak “hidup” lagi. Ia makin lemas dari waktu ke waktu. Selain karena kasih sayangnya pada sang kakak, Katie turut merawat Lynn karena kedua orangtua mereka sibuk bekerja. Namun perilaku Lynn juga jadi berubah karena penyakitnya.

Pengalaman dengan Lynn—yang akhirnya tiada, ups, maaf spoiler—menjadikan Katie terdewasakan. Bagaimana cara Lynn memandang hidup—sebelum mulai terkena penyakit—akan selalu menginspirasinya.

Kiranya, akan lebih menginspirasi apabila Lynn berusaha untuk tetap bersikap sama antara sebelum dan sesudah terkena penyakit. Kesannya lebih dramatis. Namun alur novel ini ternyata begitu realistis.

Subplot lain adalah perlawanan yang dilakukan ayah Katie terhadap pemilik penetasan tempatnya bekerja. Namun sang ayah, tidak hanya kita bisa belajar etos kerja keras ala orang Jepang darinya, tetap bertanggung jawab atas tindakannya. Jelas novel ini mengangkat sebuah isu pertentangan kelas pada waktu itu. Tapi apalah saya membicarakan tentang itu padahal saya tidak menguasainya.

Novel ini bergenre SEMUA UMUR. Ya, novel ini memang aman untuk dibaca semua umur. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama yang masih anak-anak—Katie. Menakjubkan sekali bahwa pada umur segitu ia sudah mampu menyerap pelajaran hidup. Boleh dibandingkan dengan sang legenda, “To Kill a Mockingbird”, namun “Kira-kira” adalah versi yang lebih sederhana dan unik. Tokoh utama novel ini adalah si korban rasisme itu sendiri. Jika yang biasa diangkat adalah negro, maka kali ini adalah seorang Jepang yang lahir di Amerika.

Kita tahu Jepang adalah negara yang amat maju. Ia juga pernah menjajah banyak negara dan ingin jadi superhero Asia. Namun posisinya tidak selalu di atas ternyata. Keadaan susah orang Jepang di Amerika seperti ini diungkit juga dalam komik “Yokohama”. Bagus loh—meski saya tidak benar-benar membacanya.

Ada yang bilang kalau novel berembel pemenang Newberry Medal ini membosankan (justru saya pinjam novel ini dari dia!). Saya kira ini masalah ketahanan membaca saja. Menurut saya, seandainya novel ini difilmkan maka film tersebut akan ditayangkan oleh Metro TV pada Sabtu malam.

Ada novel Cynthia Kadohata lainnya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia—kalau tidak salah dari penerbit yang sama pula. Saya tidak memerhatikan judulnya. Menilik sekilas sinopsis belakang sampulnya, tokoh sentralnya adalah Jepang-Amerika juga.

Terakhir, ada berapa kata “kira” dalam tulisan ini, coba…?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar