
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (1/2)
-
*Kepada ibuku di gunung, yang dahulu sempat tak boleh disebut ibu.*
Siang sedang terang-terangnya. Jalan Ciawang—Singaparna yang tak rata
karena batu ...
4 hari yang lalu

eh, ya ampun, bodoh. aku yang bodoh maksudnya. hahaha .. itu kan link-nya yang kubaca itu dari dirimu ya. ampun ampuuun :p
BalasHapuswell, tengkyu for mampir... :)
BalasHapusIni kece, Dyah. Aku suka panel tentang suasana kereta Lodaya malam. Kereta ekonomi banget. Hoho. Garis diagonal, titik, sama spiralnya mempertegas suasana. :)
BalasHapussebenernya... Lodaya itu bisnis dan eksekutif, dan yang saya naikin pd malam itu adl bisnis tanpa tempat duduk. Hoho.
Hapusterima kasih sudah meninggalkan jejak, nurul sisilia :)