
Buruk untuk Jantung (3/3) (Yasutaka Tsutsui, 1979)
-
“Kalau sudah tahu begitu, kenapa kamu pakai mereka?”
“Oh, yang benar saja. Siapa lagi yang bisa mengantarkan koper remeh-temeh
ke tempat antah-berantah?”...
3 hari yang lalu

eh, ya ampun, bodoh. aku yang bodoh maksudnya. hahaha .. itu kan link-nya yang kubaca itu dari dirimu ya. ampun ampuuun :p
BalasHapuswell, tengkyu for mampir... :)
BalasHapusIni kece, Dyah. Aku suka panel tentang suasana kereta Lodaya malam. Kereta ekonomi banget. Hoho. Garis diagonal, titik, sama spiralnya mempertegas suasana. :)
BalasHapussebenernya... Lodaya itu bisnis dan eksekutif, dan yang saya naikin pd malam itu adl bisnis tanpa tempat duduk. Hoho.
Hapusterima kasih sudah meninggalkan jejak, nurul sisilia :)