LAINNYA

Jumat, 26 November 2010

SELAI PISANG COKLAT!

Haloooooooo Sayangku, Anakku, Manisku, muah, muah, muah! Tidak hanya kamu yang manis, tapi juga sesuatu yang telah Nyonya Teladan ciptakan baru-baru ini. Oh, apakah itu, kamu pasti mau tahu... Dimulai dari kedatangan Nyonya Teladan ke rumah Bude Nyonya Teladan lagi... Ketika Nyonya Teladan hendak pulang, Bude mengoleh-olehi Nyonya Teladan sebungkus biskuit Danish. Namun sayang, setelah hari berganti hari hingga minggu diganti minggu, biskuit itu remuk bukan buatan! Olala... Sudah tidak menguar selera untuk memakannya lagi, Sayangku, Anakku, bagi siapapun yang melihatnya... Kebetulan juga Nyonya Teladan saat itu memiliki beberapa buah pisang ambon yang sedang berada di ambang kematangan. Maka...

Kamu hanya membutuhkan
- sebungkus biskuit remuk
- 2 sachet susu kental manis rasa coklat
- sebuah pisang ambon yang amat matang
- air secukupnya
untuk dipadukan di atas sebidang piring sehingga menjadi sesuatu yang Nyonya Teladan namakan SELAI PISANG COKLAT.

Mau tahu bagaimana cara Nyonya Teladan membuatnya? Pertama, Nyonya Teladan remukkan keseluruhan biskuit dalam plastik untuk kemudian dituangkan di atas piring. Tuangkan susunya satu sachet dulu, aduk-aduk... Kurang, Nyonya... Oke. Tambahkan satu sachet lagi. Aduk-aduk lagi. Tambahkan air secukupnya agar semua bahan dapat tercampur dengan merata. Sudah? Oke. Mari kita masukkan sensasi pamungkas kita, sang primadona ambon manise matenge... the banana in the tropical jungle... Dilumat hingga bersatu dengan adonan sebelumnya ya, Anakku, Sayangku...

Nah, sudah jadi adonan selai kita. Agar lebih menggugah selera, pindahkanlah ia ke wadah yang cukup aman untuk dimasukkan ke dalam kulkas bersama. Sembari menunggu semalaman, kamu dapat membeli sebungkus roti sandwich susu spesial merek BE LIVING BREAD di toko terdekat. Maka, kamu akan mendapati cerahnya esok pagi dengan beberapa lembar roti lapis selai buatan sendiri cap nyonya teladan! Salam manis!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar