LAINNYA

Rabu, 04 Mei 2011

lanturan pergantian bulan

pada penghujung bulan, aku ingat setahun lalu pada bulan yang sama aku melahirkan anak pertamaku. tahun ini aku ingin anak keempat. tapi aku harus mengerti bahwa kelahiran itu butuh banyak persiapan. maka aku baru bisa hamil terus. harus sabar. 

aku membuat sebuah puisi di kereta waktu kembali ke kota ini (jogja):

musikku malam ini deru kereta api
antarkanku menjelang sendiri lagi
tiada pula sunyi menggaruk udara
selimut tebal menimpa, dingin dihela

hangatnya orang-orang terkasih menjauh
esok-esok hari tersimpan dalam inbox saja
demi pencarianku akan keluasan hidup
inilah sumbernya derita pendera

saat itu 24 april 2011, malam. tapi ke manapun aku pergi, anakku akan selalu kubawa.

ada juga guratan-guratan lain.

290411:
rujak es krim, kenapa kamu tidak jualan?
padahal aku sudah siap dompet di tangan...
[di jalan menuju kos]

sampai baru-baru ini ia masih belum jualan. sedih.

300411:
ketika kulonprogo begitu panasnya kendati berhawa murni,
yang teringat hanya pulang ke bandung, kota sejuk nan berpolusi.
[di tepi lukisan hidup perbukitan menoreh]

lalu pada kemarin malam, aku merenungkan diriku sendiri yang bisa-bisa untuk selamanya tidak akan bisa dipahami, dipahamkan, bahkan oleh rasioku sendiri. seperti yang diungkapkan belle & sebastian dalam "family tree":

i've been feeling down
i've been looking round the town
for somebody just like me
...
i've been feeling blue
and i don't know what to do
...
because they never teach us
a thing i want to know
we do chemistry, biology, and maths
i want poetry and music and some laughs
and i don't think it's an awful lot to ask
...
cause i'm here in a cage
with a bottle of rage

lalu aku juga teringat seseorang dan menyadari bahwa aku membencinya setiap kali aku mengingatnya. aku tidak lagi merasakan apapun dari dia menganggapku apa. seandainya kami bisa berhenti. rasanya aku sudah tidak mau peduli apa-apa lagi. atau menuju gila. itu cukup untuk menyudahi apa saja.

aku tidak galau. jangan sebut kata itu. karena aku kembali berpegang: "aku tahu apa yang seharusnya aku lakukan (masih seharusnya, meski konon sebaiknya tanda kematangan)." dan aku berusaha menjalankannya hari ini. anakku memanggil. tapi aku harus meninggalkannya sementara. "kalau aku tidak mengurus yang ini, bisa jadi kamu tidak bisa kuhidupi dengan baik, nak."

aku mengunduh "i'm coming home" dari birtles & goble dan the postman. aku ingin menangis membaca liriknya yang aku dapatkan dari sini.

mom, i'm coming home,
so take my picture off the wall,
i'm coming home, i've had enough of being alone.
 
dad, i'll see you soon,
don't keep me talking on the phone,
you're wasting time, i've gotta move, i'm going home.
 
since i've been away it gets harder every day,
i really have a lot to learn,
she loved me at the start, then she left and broke my heart,
to my home i will return.
 
now i will come to you,
back to the only friends i know,
you understand, your love is true, i'm coming home.


bukan sekedar pada diriku sendiri, tapi juga pada seseorang di sana. ah, anakku memanggil lagi. mama pasti pulang, nak.

melankolia adalah bakat yang tak mudah, bahkan enggan, untuk dipahami, dipahamkan, bahkan oleh rasioku sendiri. tapi...

010511:
sebelum kamu menjadi tua
ayo kerahkan segala daya!
kerja! kerja! kerja!
[lagu menuju sleman]

ya, aku sudah sering kali diberitahu. bosan, tahu. sampai aku tidak mau apa-apa lagi.

sudah ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar