LAINNYA

Rabu, 11 Januari 2012

Sisi Lain Sang Alkemis


Judul : The Alchemyst – The Secret of The Immortal Nicholas Flammel
Pengarang : Michael Scott
Penerbit : Matahati, 2009


Sophie dan Josh Newman, remaja kembar berusia 15 tahun, tidak menyadari kalau mereka memiliki keistimewaan sampai mereka bertemu Nick dan Perenelle Flemming. Suami-istri tersebut rupanya manusia abadi pemegang buku Abraham the Magus. Dr. John Dee hendak merebut buku tersebut untuk menguasai dunia. Apa yang bisa si kembar lakukan untuk  mencegahnya?

Plot semacam dapat kita temukan dalam beberapa cerita fantasi lain seperti Harry Potter, Star Wars, Naruto, hingga The Joshua Files. Tokoh utama tidak menyadari kalau mereka berbakat, atau ayah mereka adalah orang penting yang secara langsung atau tak langsung menentukan nasib dunia, hingga sesuatu terjadi. Mereka lalu mendapatkan pembimbing agar bakat mereka terasah dan mereka dapat mengendalikannya untuk kebajikan.

Jika dalam Harry Potter Nicholas Flammel hanya disebut-sebut, dalam novel ini ia jadi pemain dengan peran signifikan. Ialah Nick Flemming, pemilik toko buku di seberang kafe. Ia yang mempertemukan Sophie dan Josh pada orang-orang yang bisa membangkitkan kekuatan mereka. Ia juga diprasangkai karena kemisteriusannya.

Hal menarik dari novel ini adalah pengarang mempertemukan tokoh-tokoh yang sungguh ada dalam mitologi seperti Hekate (Yunani), Bastet dan Morrigan (Mesir), Nicholas Flammel (Eropa), John Dee (Inggris), golem, dan entah siapa lagi yang akan dimunculkan dalam buku-buku berikutnya. Ini baru jilid pertama, ketiga lanjutannya sudah bisa ditemukan di toko buku.

Novel ini memberikan pemahaman bahwa mereka yang dianggap sebagai dewa-dewi dalam mitologi berasal dari Ras Tertua—katakanlah, makhluk ciptaan Tuhan sebelum manusia meski apa yang diceritakan tidak disangkut-pautkan dengan agama. Bagaimana para makhluk kuno yang sudah hidup ribuan tahun ini beradaptasi dengan teknologi sekarang bisa jadi menggelitik. John Dee dan Hekate menggunakan ponsel, Morrigan utak-atik e-bay, Nick Flammel punya blog...

Deskripsi simpel dan langsung pada tujuan. Kalau kamu pembaca yang giat, merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan apa yang terlanjur dimulai, dan tidak banyak alternatif bacaan lain, novel setebal 503 halaman ini dapat ditamatkan dalam waktu singkat. Jika imajinasimu berteknologi CGI, gambaran dalam novel ini bisa jadi fantastis. Namun kalau teknologi imajinasimu belum secanggih itu, yang ada dalam kepalamu adalah tayangan FTV legenda ala Indosiar dengan pemain bule.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar