LAINNYA

Selasa, 12 Maret 2013

Even Robots Need Breakfast (versi awal)



http://loyalkng.com/wp-content/uploads/2011/06/Robot-chicken-Fillet-Sandwich-at-Carls-Jr.-.jpg


Pagi ini, ada robot di dapurku!

“Kamu ngapain di sini?” Aku bertanya.

“Bikin cheeseburger,” dia menjawab.

“Cheeseburger?” Aku bertanya. “Itu bukan sarapan yang pas buat kamu. Kenapa kamu enggak bikin…” Memangnya robot makan apa ya?

Robot itu mengeluarkan bunyi “bip”. Kepala logamnya berputar, dan kemudian mulutnya menganga. Cheeseburger masuk ke dalam mulutnya. Ia mengunyah. Aku melongo.

“Makan apa aja boleh,” katanya.

Aku tidak kuasa menahan haru. Aku tahu hari ini akan istimewa. Hari ulang tahunku. Sejak lama aku bilang pada kedua orangtuaku kalau aku ingin memelihara robot. Tidak sia-sia aku bangun lebih pagi dari mereka. Mereka memang telah menyiapkan hadiah untukku. Oh…

Segera aku duduk di hadapan robot itu. Kuamati rahangnya yang naik-turun dengan terpesona. Sejenak aku bengong saja, sementara ia balas menatapku dengan matanya yang seperti lampu. Ia sungguh lucu.

Mendadak aku teringat film yang pernah kutonton saat Lebaran. Akhirnya aku punya sesuatu yang bisa aku obrolkan dengannya. Oh ia kan bakal menjadi teman terbaikku—aku harus menyiapkan banyak bahan obrolan!

“Kamu dulunya manusia bukan?”

Rahangnya terkatup cukup lama.

“Itu loh… kayak Robocop, dulunya manusia. Terus Cyborg Kurochan juga, dulunya kucing. Kalau Manusia Enam Juta Dolar, itu Dono. Kamu kenal Dono enggak?”

Ia bergeming.

“Aku masih lapar,” akhirnya ia kembali bersuara. Oh. Aku harus memberinya makan! Robotku tidak boleh kelaparan!

“Kamu mau makan apa?” tanyaku bersemangat.

“Makan apa aja boleh,” katanya.

“Kamu mau makan cheeseburger lagi?”

“Aku suka makan yang lembut, dan gurih…”

Uwah! Robot canggih! Ia bisa merasakan yang seperti itu! Kedua orangtuaku hebat, bisa menemukannya. Aku harus memeluk mereka begitu mereka bangun.

Robot itu membuka mulutnya lagi. Uwah! Betapa runcing gigi-giginya! Barangkali ia bisa menjebol jeruji kalau suatu saat ia ditahan, jadi ia bisa kabur. Seperti musuh Dono di Manusia Enam Juta Dolar!

“Kamu mau coba cokelat enggak?” Mendadak aku teringat benda itu yang tersimpan di kulkas.

“Makan apa aja boleh,” katanya.

Maka aku mengambilkannya. Sekalian aku ingin melihatnya dari dekat. Ia kini hanya berjarak sekitar sepuluh senti dariku. Aku bisa merasakan hawanya yang dingin. Kami saling mengamati dengan lekat.

“Kayaknya kamu lebih enak,” katanya. Ia membuka mulutnya lebar-lebar, lalu melahap kepalaku.


15 menit lebih. sekadar ngerjain latihan dari Funny & Fabulous Story Prompts - 50 Reproducible Story Starters To Get Them Writing and Loving It! (Richie Chevat, 1998, Scholastic Teaching Resources), bisa diunduh di sini.

1 komentar: