LAINNYA

Kamis, 11 Oktober 2012

The Monkey's Revenge (2)


Aku lebih garang dari seekor herder sekalipun. Biar gigi-giginya lebih besar dan tajam, seketika dapat mencincangku. Tidak cukup memang, membalas hanya dengan seringai dan desis. Aku acung-acungkan pisau ke mukanya. Ia maju-mundur-maju-mundur masih dengan sok berlagak garang, sebelum mendadak terkaing-kaing ke pojok garasi.

Masih aku acung-acungkan pisau ke mukanya. O kasihan ia sudah sampai menggigil. Padahal dingin malam tak menyengat. Tenang, Sobat. Diamlah. Eits! Kau masih punya nyali untuk coba-coba menerkamku! Bedebah! Kuhantam ia tepat di puncak kepala hingga ia diam sama sekali.

Akalku memang tak sempurna, tapi tuanku terdahulu telah cukup melatihku.

Padahal aku cuman butuh kalungmu, Anjing, coba tadi kau rada kooperatif. Nyawamu masih bertengger di tubuh sekarang.

Kugeret kalung si anjing beserta rantainya, kembali ke rumah majikanku terdahulu.

Sebelumnya telah berkali-kali aku ke tempat itu lagi. Sekadar memperkuat memoriku seraya merancang celah-celah untuk menyukseskan rencanaku. Kau lihat, aku telah pandai bersembunyi sekarang. Mengendap-endap dari rumah satu ke rumah lain, warung demi warung, demi mencomot satu-dua potong tahu. Apapun. Aku harus mempertahankan hidup demi menuntaskan hasrat.

Kala malam aku berdiam di balik langit-langit. Aku mengintip melalui lubang. Majikanku yang semakin kepayahan sejak ditinggal aku. Dalam tidur ia masih saja terlihat payah. Monyet baru butuh waktu untuk dilatih. Memang majikanku punya keterampilan apa lagi? Bagaimanapun ia pernah baik padaku pada suatu masa, sebelum tahun-tahun ia menjerat leherku dengan paksa.

Toh aku monyet yang tahu bagaimana membalas budi. Majikanku dulu memberiku kalung, kini aku akan memberinya barang serupa. Di leherku, juga di lehernya. Klik. Kutabuh kendang. Dung dung dung dung. Majikanku terlonjak. Kalung yang mencengkeram lehernya terhentak. Ia tidak bisa melihatku, begitu ia mendongak segera kalung itu kusentak. Salto, saltolah untukku, hahaha… Selanjutnya ambil sepeda itu. Lakukan untukku, lakukan! Sayang tak ada yang lempari kita dengan receh. <<#waktuhabis!>>


sekadar ngerjain latihan dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar