LAINNYA

Selasa, 23 Oktober 2012

Latihan: Menentukan Metafora dan Simile


Take a project you’ve been working on and spend fifteen minutes replacing all the similes and safe comparisons with metaphors.

Begitu bunyi latihan dari artikel ini, yang hendak saya kerjakan.

Maka saya membuka proyek yang telah saya garap pada Juni lalu, yang saya ingin tulis ulang pada November mendatang dengan sudut pandang berbeda. Proyek Juni saya garap dengan menggunakan sudut pandang sembilan orang. Saya pindahkan bagian yang dibawakan oleh salah satu karakter—yang ingin saya kembangkan di proyek berikut—ke halaman baru. Tujuan saya kemudian adalah menemukan metafora dan atau simile dalam bagian tersebut—kalau-kalau ada.

Adapun pengertian dari metafora dan simile adalah… silahkan googling saja hahaha. Saya juga begitu kok :P. Intinya, metafora dan simile adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu (??). Simile menggunakan kata pembanding seperti, yaa… “seperti”, dan “bagai”, “laksana”, “bak” apalah, sedang metafora tidak. Contoh simpel:

Metafora         -> Ia mentari.
Simile             -> Ia bagai mentari.
Metafora         -> Ia mandi.
Simile             -> Ia bak mandi.

Metafora konon dapat membuat cerita lebih hidup! Hiiii ngeriii…

Dari 15.749 kata yang saya pindai, saya berhasil menemukan beberapa metafora dan simile. Itupun saya masih ragu, apakah kalimat-(atau potongan)kalimat tersebut mengandung metafora atau simile atau jangan-jangan tidak sama sekali. Barangkali pembaca tulisan ini bisa membantu saya menentukan. Enggak ngerti hakikat kalimat sendiri, ckckck.

…melihatnya saja sudah serasa dikoyak-koyak arit.
imho: ini jelas simile kayaknya.

Mozart yang menurut dorama Jepang yang pernah ia tonton, “Nodame Cantabile”, berwarna merah jambu.
imho: bisa disebut metafora enggak ya? (biarpun idenya nyatut dorama hihihi)

Sejak itu aku mengerti mengapa D**** [sensor ah namanya] selalu bikin gerimis di hatiku.
imho: ini metafora bukan ya? haha…

…mulutnya memang pabrik puja-puji.
imho: metafora?

...tidak pergi kemanapun, melainkan jadi zombie layar kaca.
imho: kalau yang ini?

…lalu kujadikan pasir buku gambarku.
imho: ini?

A***** H***** [sensor lagi hehehe], matahariku…
imho: ini jelas metafora kan?

Kami muncrati ia dengan rupa-rupa minyak, telur, terigu, kecap, dan sambal, bagai jamaah haji melontar jumrah.
imho: ini jelas simile deh kayaknya.

Kami tak ubahnya aplikasi template untuk sama lain.
imho: apakah template itu aplikasi? 0_O

Ia seunik pelangi di siang tak berhujan.
imho: simile deh kayaknya.

Kata-kata semanis segala varian cokelat di dunia kembali mengaliri relung-relung pendengaran.
imho: ini…

Seragam itu tidak kami kenakan, melainkan kami hamparkan di lantai lantas kami hias-hias, seperti anak TK lagi lomba menggambar.
imho: simile… kan?

Wah sudah begitu saja.

Selain itu saya menemukan kalimat yang berlawanan dengan kaidah gaya bahasa personifikasi. Kalau gaya bahasa personifikasi mengibaratkan bukan manusia sebagai manusia, gaya bahasa apakah yang mengibaratkan sebaliknya—manusia dengan barang misal? Sebagai contoh ya…

Mungkin harus ada yang di-upgrading gitu atau di-install ulang, Ka?” [kalimat ini ceritanya bukan merujuk ke komputer, tapi seseorang]




PSST!:
Barangsiapa bisa memanfaatkan kalimat-kalimat yang saya tebalkan di atas sehingga terbentuk cerita yang baru, insya Allah akan saya beri hadiah seru(!) berupa…


…pujian… “edanlah kreatif banget sih kamu…! miapah!?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar