Jumat, 11 Maret 2011

R: Galau


Bicaralah pelan-pelan, Sayang. Aku tak bisa mendengarmu. Suaramu muncul, mendekat, lalu perlahan memelan, hilang. Hilang. Keberadaanmu juga.

Pikiranku berputar, berputar, dan berputar. Deras hujan ini menggelisahkanku. Mereka menggusah kepekaan telingaku.

Bicaralah pelan-pelan, Sayang. Aku ingin mendengarkanmu. Agar kamu tidak marah lagi, seperti di lain waktu.

(while listening to Black Hole, brought by She and Him)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain

  • Jagoan Cilik - Teng … teng … teng … jam bandul yang ada di kamar tengah telah berbunyi tujuh kali, tandanya sudah jam tujuh malam. Bapak dan Ibu sudah bersiap-siap akan...
    1 minggu yang lalu
  • Yentl - Oleh Isaac Bashevis Singer ISAAC BASHEVIS SINGER, pemenang Nobel Sastra 1978, lahir di Radzymin, Polandia pada 1904, dan tiba di… Read more Yentl
    9 bulan yang lalu
  • Raja Belanda: Maaf atas Kekerasan Berlebihan - Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Raja juga meminta maaf atas kekerasan berle...
    6 tahun yang lalu