Business Insider
Ruang
Sabtu, 06 Juni 2026
Lawatan YouTube Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Video-video Panjang yang Tamat Disimak Selama April 2026
Dari cuplikan-cuplikan Shaolin of Soccer, jadi menonton satu film full Stephen Chow, King of Comedy. Dari segi alur cerita, film ini banyak naik-turunnya; kayak, dikira setelah ini situasi tokohnya bakal membaik, ternyata enggak jadi, terus membaik lagi, begitu seterusnya. Romance berlangsung terlalu cepat dengan pemeran perempuan yang sangat cantik sekali banget. Yah, namanya juga film: durasi terbatas, harus menjual visual, sekaligus relatable bagi banyak pejuang kehidupan.
Jumat, 23 Juni 2023
kiamat kepagian
Selasa, 20 Juni 2023
Sudahkah kamu menangis pagi ini?
![]() |
| Gambar diambil dari situs Hati Senang. |
All the blood we've shed before?
Did you ever stop to notice
This crying Earth, these weeping shores?
![]() |
| Gambar dari situs Brainly. |
![]() |
| Gambar dari Facebook. |
![]() |
| Gambar dari Flickr. |
Senin, 26 September 2022
#20030929 (puisi tanpa judul dan beberapa lagu favorit waktu itu)
Rabu, 21 September 2022
#20030721 (puisi tanpa judul dan beberapa lagu favorit waktu itu)
Rabu, 02 Maret 2022
Halusinasi David Usher
Belakangan ini saya sedang tidak baik-baik saja (yah, seperti setiap orang di muka bumi ...), dan baru-baru ini ada lagu lama muncul di dalam kepala. Lagu ini sepertinya berasal dari masa SMP-SMA. Saya meraba-raba potongan liriknya yang teringat, memasukkannya ke kolom pencarian di YouTube dan Google. Kata-katanya berupa "pieces", "I am not seeing anything", dan "standing in the dark" atau "standing in the crowd". Samar-samar. Tidak ketemu. Bisa dibilang, ini bukan lagu favorit saya sampai-sampai saya tidak ingat apa judulnya dan siapa penyanyinya. Lantas, kenapa lagu itu mendadak terngiang-ngiang?
Entah bagaimana saya teringat kepada penyanyi yang saya kenal pada masa itu, yaitu David Usher. Cuma dua lagunya yang saya ingat, yaitu "Black Black Heart" dan "LA Blue". Setelah mencarinya di YouTube, ternyata "LA Blue" itu lagunya Joey McIntyre. Bagaimanapun juga, bukan kedua lagu tersebut yang saya cari.
Akhirnya saya memasang External Slim DVD-RW ke notebook dan mengecek beberapa keping CD-R berisi koleksi MP3 yang saya kumpulkan semasa SMA-awal kuliah. Saya melewatkan lagu-lagu yang sudah saya kenal baik dan memutar lagu-lagu yang saya tidak ingat bagaimana bunyinya. Ketemulah lagu yang beberapa lama ini terngiang-ngiang di dalam kepala saya itu. Ternyata penyanyinya memang David Usher, judulnya "Hallucinations", keluaran 2003. Sepertinya lagu ini masuk ke koleksi MP3 saya karena pada waktu itu saya lagi senang-senangnya mengkhayal, dan judul "Hallucinations" tampak relatable. Entahlah. Saya tidak ingat pernah begitu menyukai lagu ini soalnya.
Setelah menemukan nama penyanyi dan judul, saya pun mencari liriknya. Rupanya potongan lirik yang teringat sebelumnya tidak tepat sehingga pantas saja tidak ketemu (:P) "Tidak ada kata "pieces", "I am not seeing anything" harusnya "I am not feeling anything", dan "standing in the dark/crowd" adalah "standing at the top". Dari beberapa hasil pencarian, saya mendapati ada sedikitnya dua versi lirik lagu ini. Berikut ini saya salin dari https://genius.com/David-usher-hallucinations-lyrics yang menurut saya memberikan pengertian lebih jelas.
All the colours slip back to grey
I never understood these things I've hated
But now as we all disappear
The world becomes quite clearly something I can't live in
If I could just get through
Tonight the poisons in my head
And I can't feel my legs
I'm not feeling anything
I'm standing at the top looking down
Thought it'd be so free
Floating out in space take a breath
Don't you breathe too deep
Standing at the top looking down
Thought it'd be so damn easy
I thought it would be easier
Wait hallucinations back in place
I said I'd call if I can't face another day of normal
It's what they gave me
But now the telephones on fire
And I can't seem to dial even though I know you're there
To save my soul
And I can't feel my legs
I'm not feeling anything
Anything
I'm standing at the top looking down
Thought it'd be so free
Floating out in space take a breath
Don't you breathe too deep
Stepping off the top
Feel the wind underneath my feet
Standing at the top looking down
Floating out in space there's no sound
Tonight the poisons in my head
I can't feel my legs
I'm not feeling anything
I'm standing at the top looking down
Thought it'd be so free
Floating out in space take a breath
Don't you breathe too deep
Stepping off the top
Feel the wind underneath my feet
Floating out in space there's no sound
I feel alive
I feel alive
I feel alive
Dari lirik tersebut, saya menangkap bahwa lagu ini disampaikan dari sudut pandang seseorang yang sedang mengalami masalah kejiwaan sampai-sampai mengalami halusinasi. "The poisons in my head" itu saya duga semestinya "the voices in my head", karena biasanya halusinasi tersebut berupa suara-suara. Orang ini tidak hanya mengalami halusinasi, tapi juga hendak mengakhiri penderitaannya dengan melompat dari tempat tinggi. Mungkin "the poisons in my head" itu benar-benar "poisons", dalam artian dia minum minuman keras dulu untuk menumpulkan indranya ("I can't feel my legs"/"I am not feeling anything") atau untuk memberinya dorongan. Entahlah.
Kata-kata lainnya juga terdengar seperti mengisyaratkan kematian walau sebetulnya itu saya saja yang keliru menangkapnya (bukan English native speaker sih). "Dial" terdengar seperti "die" bahkan "standing at the top" dan "stepping off the top" seperti "sending epitaph" (memangnya dia kurir atau apa?), sedang "epitaph" atau "epitaf" dalam bahasa Indonesia dapat berarti "tulisan singkat pada batu nisan untuk mengenang orang yang dikubur di situ" (menurut aplikasi KBBI V).
Setelah membaca liriknya secara menyeluruh, saya terheran-heran mendapati betapa relevannya lagu ini dengan keadaan yang tengah saya alami. Bukan berarti saya sudah sampai berhalusinasi atau ingin bunuh diri, tapi saya merasa memahami isyarat-isyarat yang disampaikan dalam lagu ini: tidak mengerti akan gangguan-gangguan yang dialami dalam diri, perasaan tidak mampu lagi bertahan hidup di dunia ini, kepala dipenuhi pikiran-pikiran yang beracun, dan seterusnya. Lagu ini seperti katarsis, mengidealkan terjun dari gedung sebagai solusi untuk memperoleh kebebasan dari penderitaan dunia atau cara untuk merasa "hidup" setelah sekian lama tertekan.
Lagu lain yang relevan ada banyak, tapi sebelum ini tidak pernah sekalipun lagu ini melintas. Kenapa setelah sekian lama tahu ada lagu ini, baru kali ini saya memperhatikan dan menyadari maknanya? Kenapa lagu ini terngiang seakan-akan minta dicari dan didengarkan tepat pada saat saya sedang mengalami situasi yang relevan? Kenapa baru sekarang? Saya merasa ingin menyampaikan atau mencatat keanehan ini. Satu pengalaman terkait yang teringat hanya sewaktu SMA saya membuat cerpen tentang seseorang yang mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk terjun dari gedung juga, tapi sepertinya itu bukan karena terinspirasi oleh lagu ini. Jangan-jangan saya sudah tidak baik-baik saja sejak SMA. Ataukah lagu ini terbenam terlalu dalam di alam bawah sadar? Tidak tertangkap wujudnya, tapi sekali-dua kali ruhnya timbul ke permukaan.
Sayangnya, hampir-hampir belum ada yang menguraikan kesan terhadap lagu ini selain segelintir yang sekadar menganggapnya bagus.
Minggu, 27 Juni 2021
Senin, 08 Februari 2021
"Saat Harapan Tiba", tapi baru sepertiga lagu
Pantai suram membentang
Cah'ya tak tampak berkedip
Kelam terasa menyentuh surya hidupku
Sepi aku menanti
Ombak yang akan berlabuh
Tenang berayun, beriak menghibur hatiku
Inikah sisa hidupku
Diriku hanya menanti
Kubiarkan semua mendera jiwaku ....
Kulihat bintang muncul bersinar
Namun mengapa kerlipnya menyiksa diriku ....
Kamis, 28 Mei 2020
Kenapa Mendengarkan Lagu-lagu Nike Ardilla Itu Berbahaya
Malam-malam aku sendiri,
tanpa cintamu lagi ... ooo ....
("Bintang Kehidupan")
("Tinggallah Ku Sendiri")
Meski telah lama tiada, bagi penggemarnya, ia terus hidup melalui lagu-lagunya. Bahkan sekarang ia hidup juga di dalam kepala saya, sampai kadang-kadang sulit sekali menyuruhnya berhenti menjerit-jerit. Memang tidak semua lagunya enak, dan sebenarnya belum semuanya pula saya dengarkan. Tapi, untuk beberapa lagu, betapa mudahnya menempel dan kuatnya melekat bak tumbuhan liar yang tak dikehendaki tapi muncul lagi muncul lagi.
Betapa sayang ia telah pergi dalam usia sebelia itu. Semoga hidupnya tenang di alam sana. Aamin.
Ku tak akan bersuara,
walau dirimu kekurangan,
hanya setiamu itu kuharapkan ....
("Ku Tak Akan Bersuara")
sampai,
Bosan, mungkin itu sifatmu!
Benci, bila ingat dirimu!
("Sandiwara Cinta")
Senin, 13 April 2020
Pergumulan yang Tak Pernah Tuntas
![]() |
| Menyebut nama Jack dan Bill bukan untuk mengecilkan musisi jazz lain. Namun, karena mereka cukup fenomena sebagai orang terdepan jazz di Indonesia. |
![]() |
| Para "jazz lover" pasti trenyuh jika menyaksikan musisi jazz kondang bermain hanya sebagai penggembira dalam suatu pesta perkawinan. |
Banyak Dibuka
-
Penulis : Gol A Gong Penerbit : Gong Publishing, Banten ISBN : 978-602-9117-24-0 (kover), 978-602-9117-25-7 (KDT) Cetakan pertama dan kedua,...
-
“ Du ” (“ You ” dalam bahasa Inggris) adalah lagu yang dibawakan oleh Peter Maffay, seorang musisi Jerman. Lagu ini menjadi hit terbesar d...
-
jika mana jutaan orang memenuhi selatan kraton masing-masing menggenggam kitiran mengacungkannya menghunjamkannya kuat-kuat dengan karet ke ...
-
Judul : Olenka Pengarang : Budi Darma Penerbit : Balai Pustaka, 2009 Paragraf pertama dalam kata pengantar novel peraih SEA Write A...
-
Tersebutlah kisah sepasang suami istri. Sang suami dikenal sebagai seorang suami yang berperasaan. Dia mau membantu istrinya mengerjakan ...
-
Baru-baru ini saya dikenalkan oleh adik saya dengan acara Horrible Histories di saluran Discovery Kids. Format acara ini semacam kumpulan s...
-
Sudah lebih dari seminggu sejak aku mengundurkan diri dari pekerjaanku. Pekerjaan pertamaku dan satu-satunya yang datang padaku tanpa aku me...
-
( i believe in the kingdom come/ then all the colors will bleed into one/ bleed into one, but yes i’m still running/ you broke the bonds and...
-
Ini adalah pengalamanku saat libur kenaikan kelas ke 5 SD. Seperti biasa, kalau sudah waktunya liburan, orangtuaku pasti menawarkanku untuk ...
-
Kali ini penjelajahan saya diwarnai oleh Juhe. Dia adalah teman sekelas saya di SMA. Dia orang penting di BEM UNPAD dan belum termotivasi un...
Pembaruan Blog Lain
-
Rasiah Nu Goreng Patut (1 - 2) (Soekria/Joehana, 1927) - Pada suatu pagi, gunung-gunung di sekeliling Kota Bandung tampak diselimuti kabut hingga keputih-putihan, sungguh membuat haru, membangkitkan perasaan pe...1 minggu yang lalu
-
Yentl - Oleh Isaac Bashevis Singer ISAAC BASHEVIS SINGER, pemenang Nobel Sastra 1978, lahir di Radzymin, Polandia pada 1904, dan tiba di… Read more Yentl10 bulan yang lalu
-
Raja Belanda: Maaf atas Kekerasan Berlebihan - Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Raja juga meminta maaf atas kekerasan berle...6 tahun yang lalu












.jpeg)

.jpeg)





