A DAYEUH IN A LIFE
Ruang
Kamis, 09 April 2026
Randa Bengsrat (spoiler Roman Sunda)
Senin, 06 April 2026
Loneliness in Japan (spoiler Dokumenter Aljazeera)
Dokumenter berdurasi sekitar 3/4 jam ini mengikuti dua orang Jepang yang kesepian, laki-laki dan perempuan. Yang lelaki suka memiara hewan, mengalami masalah dalam pekerjaan hingga dipecat, kemudian mendaftar untuk memperoleh tunjangan karena tidak ada anggota keluarga yang dapat menopangnya. Yang perempuan suka bermain musik, lalu bertemu kawan perempuan, dan ujungnya tampil di konser kecil. Keduanya pengguna layanan A Place for You, suatu tempat curhat, tapi ada petugas betulan yang membalas chat mereka alih-alih AI bot. Selain itu, di Jepang ada kementerian yang menangani masalah kesepian, seperti di Inggris.
Tidakkah mengherankan, orang sebegitu banyak, laki-perempuan pada melajang, masing-masing, seperti muspra bagi sesama, padahal tidak juga. Menurut pendeta Buddha yang kerap didatangi si lelaki dalam dokumenter ini, sebetulnya kita tetap saling terhubung. Nyatanya, apa-apa yang kita pakai adalah hasil jerih payah orang lain, jadi secara tidak langsung kita berguna bagi satu sama lain. Meski demikian, kerap kali kita juga tidak merasa terhubung dengan orang lain. Seakan-akan rasa keterhubungan itu harus kita hidupkan sendiri, barangkali dengan apresiasi dan imajinasi bahwa di balik setiap hal kecil yang kita pakai, ada seseorang.
Selama menonton, saya bertanya-tanya mengenai proses pemfilmannya. Apa mereka sebetulnya aktor dengan skrip? Bagaimana si pembuat film mengetahui akhirannya akan seperti itu dan mendapatkan alurnya? Atau ia hanya mengikuti kehidupan dua orang yang punya problem sampai memperoleh suatu alur, seperti satu kiat dalam buku mengenai teknik menulis nonfiksi kreatif, You Can't Make This Up?
Rabu, 01 April 2026
Tersesat di Jalan yang Benar: Seribu Hari Mengelola Leuser 2005 - 2007
![]() |
| Gambar dari Grobmart. |
Bagaimana kita harus mencari strategi untuk menyeimbangkan usaha penyelamatan lingkungan untuk kepentingan jangka panjang dan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan mendesak ekonomi jangka pendek? (halaman xxxviii)
Sepintas, antara membaca-menulis-merenung dan kerja konservasi seperti dua aktivitas yang bertolak belakang. Membaca-menulis-merenung cenderung merupakan aktivitas soliter dalam ruang, walaupun bisa saja dilakukan bersama-sama di luar ruangan, misalnya berupa kegiatan silent reading atau menulis bareng dan berdiskusi (urun pikiran) di tempat terbuka. Sedangkan kerja konservasi identik dengan bergerak di lapangan, bersosialisasi dengan masyarakat, meskipun bisa juga duduk diam seorang diri mengamati satwa. Jadi pekerja konservasi yang juga senang membaca-menulis-merenung seperti memiliki keseimbangan antara aktivitas fisik, sosial, dan soliter.
Pak Wiratno adalah contoh rimbawan yang menyeimbangkan antara konservasi dan literasi. Begini siklus kerjanya: berdiskusi bersama staf - pergi bersama ke hutan - melihat perbatasan kawasan - berkunjung ke desa-desa - mendapat perspektif berbeda dan informasi berharga dari LSM - berkoordinasi dengan pemerintah setempat - kembali bekerja di kantor - mencatat dan menuliskan pengalaman lapangan - membaca literatur, jurnal-jurnal, peraturan perundangan-undangan - menganalisis pengalaman tertulis bersama staf.
Beliau mengimbau rekan-rekannya di dunia konservasi untuk banyak menulis juga dan menghimpun tulisan mereka dalam buku-buku yang salah satunya adalah buku Tersesat di Jalan yang Benar ini, dan banyak lagi yang bisa diakses di situs web beliau: https://iw-center.com/. Menurutnya, menulis itu mengasah modal intelektual (ingatan, buku yang pernah dibaca, intuisi, kemampuan analitik) yang dimiliki. Menulis berarti menganalisis, yang adalah usaha investasi pengayaan intelektual sumber daya manusia. Salah satu cara yang paling mudah untuk menumbuhkan karakter pembelajar adalah menuliskan kembali apa yang ditemukan dalam praktik pengelolaan konservasi sehari-hari (halaman 5).
Kontributor dalam buku ini berasal dari beragam latar belakang yang masih ada hubungannya dengan pengelolaan di kawasan Leuser. Mereka bukan hanya pegawai pemerintahan, melainkan ada juga yang aktivis wisata, jurnalis, polisi, wakil LSM, dan lain-lain, sehingga ada banyak perspektif, banyak cerita mengenai permasalahan-permasalahan di seputar kawasan. Ada cerita tentang rehabilitasi orangutan semi-liar, ada sejarah pembangunan kawasan wisata Bukit Lawang, ada gambaran kehidupan warga Tangkahan yang ekonominya bergantung pada perkebunan sawit dan karet serta pariwisata, dan lain-lain. Ada yang seru, dan ada yang haru. Ragam cerita ini menunjukkan kompleksnya permasalahan di lapangan.
Sebagai warga kota, pandangan saya masih sama. Hasil dari pengusahaan hutan di antaranya untuk didistribusikan ke kota-kota dan dikonsumsi oleh kita-kita, sehingga kita-kita yang di kota-kota secara tidak langsung turut memiskinkan orang lain yang hidup di sekitar hutan sekaligus membesarkan potensi bencana alam sebagai konsekuensi dari pembabatan hutan itu. Walau tanggung jawab sebetulnya lebih berat pada pengusaha-penguasa yang memungkinkan itu terjadi, saya kira konsumen sesungguhnya juga memiliki kekuatan untuk melawan, yakni dengan mengendalikan hawa nafsu, mengonsumsi secukupnya (hidup sesederhana mungkin), serta mengembangkan sumber-sumber ekonomi alternatif untuk mengurangi kebergantungan pada berbagai hasil dari alih guna hutan.
![]() |
| Gambar dari Facebook "Rosben untuk Kesehatan Rohani". |
Rabu, 04 Maret 2026
Sepintas tentang Beberapa Cerita Samsoedi
Minggu, 04 Januari 2026
Tempo Nomor 27/XXXI/2-8 September 2002
Rabu, 24 Desember 2025
Menerjemahkan Affirmations for the Inner Child (Rokelle Lerner, Health Communications, Inc.: 1990)
![]() |
| Gambar dari Amazon. |
Jumat, 19 Desember 2025
Politik Ekologi: Pengelolaan Taman Nasional Era Otda
![]() |
| Gambar dari Yayasan Pustaka Obor Indonesia. |
Banyak Dibuka
-
Dokumenter berdurasi sekitar 3/4 jam ini mengikuti dua orang Jepang yang kesepian, laki-laki dan perempuan. Yang lelaki suka memiara hewan, ...
-
“ Du ” (“ You ” dalam bahasa Inggris) adalah lagu yang dibawakan oleh Peter Maffay, seorang musisi Jerman. Lagu ini menjadi hit terbesar d...
-
Decak. Desah. Aku tak bisa menahan diri untuk tak melampiaskannya. Suara cempreng itu sudah menggangguku lagi sepagi ini—argh! Aku berlagak ...
-
Randa Bengsrat , menurut kamus SundaDigi, artinya janda perawan. Janda kok perawan? Rupanya, setelah dinikahkan dengan Udi, Esih tidak mau b...
-
Selamat apa saja, Pembaca yang budiman. Kali ini saya hendak mengenalkan Anda dengan lagu dari sebuah grup musik asal Leipzig, Jerman, yaitu...
-
Judul buk u : Teknik Penulisan Timbangan Buku Pengarang : P. K. Poerwantana Penerbit : CV. Aneka Ilmu Semarang Tahun : 1984 Hala...
-
Akhir dari perjalanan panjang yang melelahkan Pramex membelah sawah dengan lembut. Lama-lama saya mengantuk. Sesekali saya jatuh tertidur. S...
-
07.00 Mendung 08.00 Masih mendung 09.30 Awan menggumpal-gumpal layaknya plastisin. Langit semakin hitam, kelam dan buram ...
-
Gazing up into the darkness I saw myself as a creature driven and derided by vanity; and my eyes burned with anguish and anger – Jam...
Pembaruan Blog Lain
-
Artis Kampung (Nur Laili M., 2011) - Sudah sebulan ini keluargaku pindah ke Perumahan Griya Asri. Seperti perumahan-perumahan lainnya, banyak rumah yang bentuknya sama serta pepohonan yang b...3 hari yang lalu
-
Yentl - Oleh Isaac Bashevis Singer ISAAC BASHEVIS SINGER, pemenang Nobel Sastra 1978, lahir di Radzymin, Polandia pada 1904, dan tiba di… Read more Yentl6 bulan yang lalu
-
Raja Belanda: Maaf atas Kekerasan Berlebihan - Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Raja juga meminta maaf atas kekerasan berle...6 tahun yang lalu













