Rabu, 02 Maret 2022

Halusinasi David Usher

Belakangan ini saya sedang tidak baik-baik saja (yah, seperti setiap orang di muka bumi ...), dan baru-baru ini ada lagu lama muncul di dalam kepala. Lagu ini sepertinya berasal dari masa SMP-SMA. Saya meraba-raba potongan liriknya yang teringat, memasukkannya ke kolom pencarian di YouTube dan Google. Kata-katanya berupa "pieces", "I am not seeing anything", dan "standing in the dark" atau "standing in the crowd". Samar-samar. Tidak ketemu. Bisa dibilang, ini bukan lagu favorit saya sampai-sampai saya tidak ingat apa judulnya dan siapa penyanyinya. Lantas, kenapa lagu itu mendadak terngiang-ngiang?

Entah bagaimana saya teringat kepada penyanyi yang saya kenal pada masa itu, yaitu David Usher. Cuma dua lagunya yang saya ingat, yaitu "Black Black Heart" dan "LA Blue". Setelah mencarinya di YouTube, ternyata "LA Blue" itu lagunya Joey McIntyre. Bagaimanapun juga, bukan kedua lagu tersebut yang saya cari.

Akhirnya saya memasang External Slim DVD-RW ke notebook dan mengecek beberapa keping CD-R berisi koleksi MP3 yang saya kumpulkan semasa SMA-awal kuliah. Saya melewatkan lagu-lagu yang sudah saya kenal baik dan memutar lagu-lagu yang saya tidak ingat bagaimana bunyinya. Ketemulah lagu yang beberapa lama ini terngiang-ngiang di dalam kepala saya itu. Ternyata penyanyinya memang David Usher, judulnya "Hallucinations", keluaran 2003. Sepertinya lagu ini masuk ke koleksi MP3 saya karena pada waktu itu saya lagi senang-senangnya mengkhayal, dan judul "Hallucinations" tampak relatable. Entahlah. Saya tidak ingat pernah begitu menyukai lagu ini soalnya.

Setelah menemukan nama penyanyi dan judul, saya pun mencari liriknya. Rupanya potongan lirik yang teringat sebelumnya tidak tepat sehingga pantas saja tidak ketemu (:P) "Tidak ada kata "pieces", "I am not seeing anything" harusnya "I am not feeling anything", dan "standing in the dark/crowd" adalah "standing at the top". Dari beberapa hasil pencarian, saya mendapati ada sedikitnya dua versi lirik lagu ini. Berikut ini saya salin dari https://genius.com/David-usher-hallucinations-lyrics yang menurut saya memberikan pengertian lebih jelas.  

Breathe hallucinations start to fade
All the colours slip back to grey
I never understood these things I've hated
But now as we all disappear
The world becomes quite clearly something I can't live in
If I could just get through

Tonight the poisons in my head
And I can't feel my legs
I'm not feeling anything

I'm standing at the top looking down
Thought it'd be so free
Floating out in space take a breath
Don't you breathe too deep
Standing at the top looking down
Thought it'd be so damn easy
I thought it would be easier

Wait hallucinations back in place
I said I'd call if I can't face another day of normal
It's what they gave me
But now the telephones on fire
And I can't seem to dial even though I know you're there
To save my soul
Tonight the poisons in my head
And I can't feel my legs
I'm not feeling anything
Anything

I'm standing at the top looking down
Thought it'd be so free
Floating out in space take a breath
Don't you breathe too deep
Stepping off the top
Feel the wind underneath my feet

Standing at the top looking down
Floating out in space there's no sound

Tonight the poisons in my head
I can't feel my legs
I'm not feeling anything

I'm standing at the top looking down
Thought it'd be so free
Floating out in space take a breath
Don't you breathe too deep
Stepping off the top
Feel the wind underneath my feet
Standing at the top looking down
Floating out in space there's no sound
I feel alive
I feel alive
I feel alive

Dari lirik tersebut, saya menangkap bahwa lagu ini disampaikan dari sudut pandang seseorang yang sedang mengalami masalah kejiwaan sampai-sampai mengalami halusinasi. "The poisons in my head" itu saya duga semestinya "the voices in my head", karena biasanya halusinasi tersebut berupa suara-suara. Orang ini tidak hanya mengalami halusinasi, tapi juga hendak mengakhiri penderitaannya dengan melompat dari tempat tinggi. Mungkin "the poisons in my head" itu benar-benar "poisons", dalam artian dia minum minuman keras dulu untuk menumpulkan indranya ("I can't feel my legs"/"I am not feeling anything") atau untuk memberinya dorongan. Entahlah.

Kata-kata lainnya juga terdengar seperti mengisyaratkan kematian walau sebetulnya itu saya saja yang keliru menangkapnya (bukan English native speaker sih). "Dial" terdengar seperti "die" bahkan "standing at the top" dan "stepping off the top" seperti "sending epitaph" (memangnya dia kurir atau apa?), sedang "epitaph" atau "epitaf" dalam bahasa Indonesia dapat berarti "tulisan singkat pada batu nisan untuk mengenang orang yang dikubur di situ" (menurut aplikasi KBBI V).

Setelah membaca liriknya secara menyeluruh, saya terheran-heran mendapati betapa relevannya lagu ini dengan keadaan yang tengah saya alami. Bukan berarti saya sudah sampai berhalusinasi atau ingin bunuh diri, tapi saya merasa memahami isyarat-isyarat yang disampaikan dalam lagu ini:  tidak mengerti akan gangguan-gangguan yang dialami dalam diri, perasaan tidak mampu lagi bertahan hidup di dunia ini, kepala dipenuhi pikiran-pikiran yang beracun, dan seterusnya. Lagu ini seperti katarsis, mengidealkan terjun dari gedung sebagai solusi untuk memperoleh kebebasan dari penderitaan dunia atau cara untuk merasa "hidup" setelah sekian lama tertekan.

Lagu lain yang relevan ada banyak, tapi sebelum ini tidak pernah sekalipun lagu ini melintas. Kenapa setelah sekian lama tahu ada lagu ini, baru kali ini saya memperhatikan dan menyadari maknanya? Kenapa lagu ini terngiang seakan-akan minta dicari dan didengarkan tepat pada saat saya sedang mengalami situasi yang relevan? Kenapa baru sekarang? Saya merasa ingin menyampaikan atau mencatat keanehan ini. Satu pengalaman terkait yang teringat hanya sewaktu SMA saya membuat cerpen tentang seseorang yang mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk terjun dari gedung juga, tapi sepertinya itu bukan karena terinspirasi oleh lagu ini. Jangan-jangan saya sudah tidak baik-baik saja sejak SMA. Ataukah lagu ini terbenam terlalu dalam di alam bawah sadar? Tidak tertangkap wujudnya, tapi sekali-dua kali ruhnya timbul ke permukaan.

Sayangnya, hampir-hampir belum ada yang menguraikan kesan terhadap lagu ini selain segelintir yang sekadar menganggapnya bagus.

Jumat, 19 November 2021

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup


Meski kelihatannya seperti buku, "buku" ini sesungguhnya merupakan "BROSUR PENYULUHAN HUKUM" yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan Direktorat Penyuluhan Hukum dalam rangka Proyek Penyuluhan Hukum Tahun Anggaran 1986/1987.

Brosur ini terdiri dari teks dan ilustrasi. Teksnya saya duga merupakan pokok-pokok penting dari UU 4/1982. Memang saya tidak mengeceknya, soalnya saya sudah mengkhatamkan peraturan yang ter-update yaitu UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pokok-pokok dalam brosur ini kurang lebih sebagaimana dalam UU 32/2009 itu.

Meski isinya menyangkut lingkungan hidup, ironisnya, brosur ini boros sumber daya. Soalnya, teks dan ilustrasi hanya mengisi halaman sebelah kanan sedangkan halaman sebelah kiri kosong melompong. Coba berhusnuzan, barangkali halaman-halaman sebelah kiri itu memang sengaja dikosongkan sebagai bonus notes. Maksudnya, biar pembaca bisa menulis catatan atau mencoret-coret di situ.


Halaman-halaman belakang menampilkan ilustrasi yang menarik. Mengingat buku ini dikeluarkan pada akhir '80-an, ilustrasi tersebut sekalian memberi kita gambaran mengenai keadaan pada masa itu.

Model rumah pada masa itu.

A GO GO GO TO HELL!

Gerombolan anjing dan kambing berkeliaran sampai ke tengah jalan?!

Boks telepon dan boks surat.

Ini ilustrasi paling menarik.
Rapid Boys mungkin geng cowok yang doyan ngebut.
Cipox Gank mungkin berisi sekumpulan fakboi.
Nah, The Cebonk, seakan-akan ilustrator dapat memprediksi situasi politik 30 tahun kemudian dan boleh jadi beliau ada keberpihakan terhadap turunan Sang Putra Fajar .... Hmmm ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...