Mulai 2019, saya mencoba membaca buku secara teratur: ada target waktu harian, pasang timer, sambil membuat catatan random tulis tangan yang ujungnya dirumuskan, dirapikan, dan diarsipkan di platform pribadi. Saya juga berusaha menyeimbangkan kategori buku: antara buku cetak dan buku digital, non-fiksi dan fiksi, hingga belakangan ini terpikir menurut tema, agar menjadi pribadi yang holistis dan well-rounded (@n7@y).
Untuk menyederhanakan, kategorisasi tema ini mengacu pada pelajaran sekolah di samping juga keperluan praktis, kurang lebih sebagai berikut.
AGAMA/habluminallah
subjek utama: ketuhanan, agama, sistem kepercayaan, spiritualitas/entitas gaib
subjek terkait:
akidah akhlak
fikih
quran hadis
sejarah kebudayaan islam
dan semacamnya
Karena saya muslim, maka yang diutamakan adalah mendalami agama sendiri, walau tidak menutup kemungkinan untuk membaca tentang yang lain-lain juga sebatas keperluan.
IPA/habluminalalam
subjek utama: alam, flora dan fauna, benda abiotik dan biotik makhluk selain manusia, lingkungan hidup, sains dan teknologi
subjek terkait:
biologi
fisika
kimia
ekologi
kehutanan
panduan bercocok tanam
dan semacamnya
IPS/habluminannas
subjek utama: kemanusiaan
subjek terkait:
auto/biografi, memoar
self-care/development/help
psikologi
ekonomi
sosiologi
dan semacamnya
RUANG & WAKTU
subjek utama: mengenai wilayah atau masa tertentu yang masih menyangkut aktivitas manusia
subjek terkait:
majalahgeografi
sejarah
panduan beres-beres dan bersih-bersih rumah
dan semacamnya
Kategori ini dibuat karena saya bingung majalah lawas masuknya ke mana. Majalah kan isinya gado-gado. Bagaimanapun, membaca majalah lawas itu seperti menaiki mesin waktu, atau merupakan jendela untuk melihat masa lalu, mulai dari gaya hidup hingga isu-isu yang lagi ramai masa itu. Supaya isinya tidak hanya majalah yang notabene media cetak--ada keseimbangan dengan yang digital--sekalian saja dimasukkan subjek-subjek lainnya itu.
BAHASA & SASTRA
subjek utama: seputar aktivitas literasi dan keterampilan berkomunikasi (membaca, menulis, menyimak, berbicara)
subjek terkait:
apresiasi dan kritik sastra/seni
media dan komunikasi
tata bahasa
perbukuan
panduan menulis
dan semacamnya
FIKSI & PUISI
subjek utama:
subjek terkait:komik
kumpulan cerpen
novel
kumpulan puisi
dan semacamnya
Dengan kategorisasi begini, tampak non-fiksi jauh lebih dominan daripada fiksi dan puisi. Memang makin ke sini, makin lebih meminati non-fiksi, seakan-akan fiksi dan puisi lebih memikat semasa juvenil. Tapi, sebenarnya, untuk menerjemahkan, saya masih lebih menyukai fiksi, dan sambil mengerjakan aktivitas-aktivitas yang mindless, kadang-kadang saya mendengarkan karya fiksi yang dibacakan di YouTube (beberapa channel andalan: PERMATA TV untuk cerita silat, Mang Cecep Gorbachev untuk fiksi Sunda, dan hetvertellen untuk fiksi Jepang dan lain-lainnya). Saya juga masih berusaha untuk menulis fiksi, dan kadang-kadang menyimak tontonan yang notabene cerita fiksi. Jadi persentuhan dengan fiksi tetap lumayan banyak, hanya saja dengan cara atau melalui media lain.
Memang kadang-kadang rada susah menentukan satu buku masuk ke kategori mana. Misalnya buku tentang sejarah taman, itu masuknya ke IPA/habluminalalam (karena menyangkut pertanaman) atau RUANG & WAKTU? Contoh lain, buku kumpulan puisi yang disertai pembahasan, masuknya ke BAHASA & SASTRA (apresiasi dan kritik) atau FIKSI & PUISI? Atau buku tentang kisah hidup nabi, masuknya ke AGAMA atau IPS/habluminannas (biografi)? Dalam kasus-kasus begini, mungkin pakai feeling, atau isinya secara keseluruhan lebih berat ke mana, atau lihat slot yang masih banyak kosong yang mana wkwk.
Di sisi lain, waktu membaca buku mesti dibatasi sehingga tidak bisa sering-sering menamatkan. Jadi, untuk menyelesaikan satu putaran seluruh kategori ini, entah bakal makan waktu berapa lama 🙃
walaupun punya seribu buku,
tapi tak dibaca, apa gunanya
walaupun baca seribu buku,
tapi tak beramal, apa gunanya








