Senin, 05 November 2012

****


Aku akan kembali ke daerahmu untuk meneruskan nasibku. Mendadak teringat kamu. Ingin tanya kabarmu. Alhamdulillah yah, katamu. Masih begini saja, tapi kamu sedang di pelosok. Hati-hati di jalan, katamu. Naik kereta atau bis. Ah kamu tidak baca pesanku sebelumnya. Tapi aku tetap membalas. Kamu tidak.

Sesaat aku hangat. Aku ingin ketemu temanku, menyanyikan “Kuring Bogoh ka Manehna”[1] untuknya. Terbayang-bayang ikut kemanapun kamu, walaupun anak kita akan besar di hutan. Pertanyaanmu untuk membuatku berpikir, sedang aku ingin langsung kamu katakan apa inginmu. Kamu keras, kamu juga lembut. Percikan-percikan di antara kita. Ternyata kita sama. Menangguhkan lainnya demi meraup yang satu. Wajah menyeramkan. Jika bisa bersamamu aku akan bersemangat. Jikapun aku tetap sedih, aku ingin sedih di pangkuanmu. Tapi segera setelah ini aku akan melupakanmu. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik.


Lodaya pagi, 311012



[1] Lagunya Jafunisun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain

  • Jagoan Cilik - Teng … teng … teng … jam bandul yang ada di kamar tengah telah berbunyi tujuh kali, tandanya sudah jam tujuh malam. Bapak dan Ibu sudah bersiap-siap akan...
    2 hari yang lalu
  • Yentl - Oleh Isaac Bashevis Singer ISAAC BASHEVIS SINGER, pemenang Nobel Sastra 1978, lahir di Radzymin, Polandia pada 1904, dan tiba di… Read more Yentl
    9 bulan yang lalu
  • Raja Belanda: Maaf atas Kekerasan Berlebihan - Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Raja juga meminta maaf atas kekerasan berle...
    6 tahun yang lalu