Sabtu, 21 April 2012

Pada mulanya adalah sebuah draf surat

Sampul notes itu bertuliskan

KONVENSI GKM PT POS INDONESIA (PERSERO) 1995


"Melalui Pelaksanaan GKM secara berkesinambungan 
Kita raih Catur Sukses berlandaskan Sapta Pedoman"


lalu

Bandung, 19 September 1995

BADAN PENYELENGGARA PENGENDALIAN MUTU TERPADU
PT POS INDONESIA (PERSERO)

Puncak tulisan itu dihiasi logo PT Pos Indonesia dengan lingkaran merah berujung panah. Warna putih yang menjadi latarnya telah kusam. Sejak 7 Maret 2012 saya bermaksud menjadikannya sebagai wadah untuk menuangkan keseharian, namun apalah yang saya temukan di awal halaman.


Saya kira ini merupakan tulisan yang pertama-tama saya bikin. Waktu itu saya telah 5 tahun dan baru masuk SD. Saya ingat waktu itu pula saya mulai bisa membaca. Beberapa kali saya menulis surat untuk para mbah, orangtua bapak saya, yang bermukim di Jogja. Mereka meninggal pada tahun 1998, hanya berselang sekitar satu bulan antar satu sama lain. Saya tidak ke Jogja ketika Mbah Kakung meninggal, hanya Papa. Papa bilang Mbah Kakung menyebut nama saya sebelum ia meninggal. Apakah engkau mengingatku karena aku menulis untukmu, Mbah?

Enam belas tahun berselang. 9 April 2012, saya tergelitik untuk menulis ulang draf surat ini dalam versi saya yang sekarang. 


Usia 5 tahun, bahkan saya belum mengerti apa itu harapan. Hingga usia 21 tahun, harapan-harapan telah menyemarakkan sekaligus merontokkan hidup. Semua tertera dalam tulisan, dalam berbagai bentuk: catatan harian, esai, opini, tulisan bebas, cerpen, draf cerita, puisi, feature, news, resensi, laporan praktikum, novel, sampai skripsi. Semua akan terus dijelajahi. Tapi semua pada mulanya adalah sebuah draf surat, yang mungkin akan diakhiri pula oleh draf surat, surat wasiat. 

2 komentar:

  1. memoriam mbak... alhamdulilah tuh masih nemu surat lamanya teh ita.. kok dipanggil ita, mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya kalau sama keluarga dipanggilnya begitu. dicuplik dari nama belakang.

      Hapus

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain