Penerbit Buku Kompas, 2021
ISBN 978-623-346-278-5 (PDF)
Tebal 50 halaman
Tersedia di iJogja
Buku ini terdiri dari lima artikel yang sebelumnya diterbitkan di harian Kompas. Kelima artikel tersebut mengenai upaya "berdamai" dengan gajah di Sumatra, mulai dari Taman Nasional Way Kambas sampai Leuser.
Di TN Way Kambas, warga desa penyangga membentuk pam swakarsa untuk menghalau gajah dari merusak ladang mereka. Tiap hari ada saja satu-dua kejadian konflik dengan gajah. Bantuan dari pemerintah, selain memberikan uang lelah untuk pam swakarsa dan membangun tanggul (yang gajah cukup pintar untuk melintasinya), juga memfasilitasi kegiatan ekonomi baru agar beralih dari pertanian dekat perbatasan dengan TN ke usaha kreatif. ("Ketika Warga 'Berdamai' dengan Gajah", Kompas, 4 November 2011)
Di Jambi, petani sawit baru mengetahui bahwa lahan mereka ternyata ruang jelajah gajah. Hampir tiap hari ada konflik. Pemerintah kabupaten tidak responsif. Warga dibantu LSM mendirikan pagar kawat tegangan rendah untuk mencegah gajah masuk. Kalau tegangannya tinggi, satwa bisa tewas. Akar konflik sebetulnya pembukaan hutan menjadi area transmigrasi tanpa didahului penelitian tentang keberadaan satwa liar setempat. ("Jalan Damai Masyarakat-Gajah", Kompas, 16 Desember 2011)
Di TN Gunung Leuser, Conservation Rescue Unit didirikan oleh Lembaga Fauna dan Flora Internasional bersama BKSDA Aceh pada 2008, untuk menanggulangi konflik antara gajah dan warga peladang, patroli terhadap pembalakan liar dan pemburuan ilegal, serta ekowisata. Sempat ada tentangan dari warga karena komunikasi antara dua pihak kurang baik. Namun, karena konflik dengan gajah menjadi-jadi, CRU diaktifkan lagi dengan pendekatan baru, dari sosialisasi teoretis ke ekowisata yang memadukan antara wisata dan edukasi. Perekonomian warga pun terangkat karena mereka bisa menjajakan dagangan. Ekowisata menjadi upaya mendekatkan gajah dengan manusia, serta membantu ekonomi warga sekitar agar mendukung pelestarian alam. ("Gajah dan Mahot Bersama Amankan Hutan", Kompas, 25 Maret 2015; "Bermain dan Menjaga Alam Bersama Gajah", Kompas, 7 September 2016)
Terdapat pula Forum Konservasi Leuser yang merupakan kelompok patroli hutan. Tugasnya yaitu membongkar jerat serta membujuk pemburu liar/pembalak ilegal agar berhenti. ("'Ranger'", Garda Depan Penjaga Leuser", Kompas, 31 Mei 2017)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar