bapak itu, selalu dengan senyum terulas yang diusahakan.
legowo.
pakaian lusuh itu mungkin adalah pakaian terbaiknya
menyandang tas besar yang senada pakaiannya
dua tangannya yang bertonjolan urat
memegang benda-benda plastik berwarna-warni
menapaki ubin fakultas
mendorong pintu demi pintu,
yang di dalamnya ada orang berdasi
atau berbatik rapi
terlindung dari hawa panas yang diuarkan siang terik
setengah menuai asa, menawarkan
adakah yang hendak menukar
benda-benda dalam tangannya itu dengan uang kertas?
Bi Empat (Wahyu Wibisana, 1956) (1/2)
-
*Kepada ibuku di gunung, yang dahulu sempat tak boleh disebut ibu.*
Siang sedang terang-terangnya. Jalan Ciawang—Singaparna yang tak rata
karena batu ...
1 minggu yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar