![]() |
| Gambari dari Goodreads. |
Selanjutnya merupakan kajian sosiologis menarik tentang kesederhanaan hidup masyarakat Hadramaut yang bisa dibilang semuanya muslim. Meski demikian, penyimpangan selalu ada. Orang-orang Hadramaut yang merantau ke nusantara kemungkinan yang hidupnya kurang nyaman di kampung halaman. Niat mereka di nusantara pun belum tentu untuk menyebarkan misi keagamaan. Malah ada di antara mereka yang menjadi penjahat, termasuk pelaku riba yang selangit. Latar keislaman maupun keturunan Nabi Muhammad SAW (sayid) juga tidak menjamin hilangnya superioritas ras. Seolah-olah, riba dan rasisme merupakan karakteristik Arab yang tidak akan lekang sejak zaman jahiliyah sampai berabad-abad kemudian.
Setidaknya, demikianlah pandangan penulis yang orang Belanda. Perlu diperhatikan bahwa buku ini terbit pada 1886. Pada waktu itu rasisme di tanah jajahan lebih kental daripada sekarang. Maka bisa dikatakan sudut pandang penulis sendiri terpengaruh oleh zamannya.
Secara keseluruhan terjemahan buku ini sangat lancar, sampai saya lupa bahwa konteksnya tahun 1886 ke bawah alih-alih belakangan. Tapi adakalanya saya menemukan kalimat terlalu panjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar