Minggu, 05 Mei 2019

Orang Arab di Nusantara

Gambari dari Goodreads.
Bisa dibilang judul buku ini agak menyesatkan karena memberikan kesan bahwa orang Arab yang diceritakannya merupakan orang Arab pada umumnya, yang mencakup kawasan Timur Tengah yang luas. Padahal kajian ini mengkhususkan pada orang Arab yang berasal dari Hadramaut. Pada judul aslinya sendiri yang (sepertinya) berbahasa Perancis terdapat kata "Le Hadhramout". Apa judul Indonesia yang spesifik akan semakin mengurangi minat calon pembaca? Kesannya jadi seolah-olah orang Arab Hadramaut dapat mewakili orang Arab secara keseluruhan. Atau memang populasi orang Arab di nusantara kebanyakan datang dari Hadramaut?

Isinya sendiri sangat mendetail, khususnya mengenai perjalanan dari satu tempat ke tempat lain di seputar Hadramaut sampai menyebutkan berapa kilometer ke arah mana, yang bisa jadi membosankan bagi pembaca masa kini yang untuk mengetahui keadaan geografis suatu tempat tinggal buka Google Map.

Selanjutnya merupakan kajian sosiologis menarik tentang kesederhanaan hidup masyarakat Hadramaut yang bisa dibilang semuanya muslim. Meski demikian, penyimpangan selalu ada. Orang-orang Hadramaut yang merantau ke nusantara kemungkinan yang hidupnya kurang nyaman di kampung halaman. Niat mereka di nusantara pun belum tentu untuk menyebarkan misi keagamaan. Malah ada di antara mereka yang menjadi penjahat, termasuk pelaku riba yang selangit. Latar keislaman maupun keturunan Nabi Muhammad SAW (sayid) juga tidak menjamin hilangnya superioritas ras. Seolah-olah, riba dan rasisme merupakan karakteristik Arab yang tidak akan lekang sejak zaman jahiliyah sampai berabad-abad kemudian.

Setidaknya, demikianlah pandangan penulis yang orang Belanda. Perlu diperhatikan bahwa buku ini terbit pada 1886. Pada waktu itu rasisme di tanah jajahan lebih kental daripada sekarang. Maka bisa dikatakan sudut pandang penulis sendiri terpengaruh oleh zamannya.

Secara keseluruhan terjemahan buku ini sangat lancar, sampai saya lupa bahwa konteksnya tahun 1886 ke bawah alih-alih belakangan. Tapi adakalanya saya menemukan kalimat terlalu panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain