![]() |
| Gambar dari Goodreads |
Buku ini seperti catatan harian, karena setiap entrinya diberi tanggal dari 1 Januari sampai 31 Desember. Tiap entri singkat saja, terdiri dari hanya beberapa paragraf pendek. Kalimat-kalimatnya sederhana, dalam kosakata sehari-hari, sehingga buku ini mestilah dapat menjadi bacaan yang ringan dan mudah bagi pembaca yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris sekalipun. Seandainya saya sendiri yang menuliskan catatan harian ini, tiap entri sepertinya hanya memerlukan 15 menit sehari.
Isi tiap entri kurang lebih mengakui latar keluarga yang buruk, sehingga menciptakan masa lalu yang tidak menyenangkan serta pribadi yang kesulitan dengan dirinya sendiri, lalu tekad untuk meninggalkannya, menggantikannya dengan pengalaman baru yang positif, dan menguatkan diri dalam menjalaninya.
Latar keluarga yang buruk sering kali disebabkan oleh ketidakadekuatan orang tua dalam membesarkan anak. Ada orang tua yang pencandu, ada orang tua yang terlalu mengontrol. Akibatnya, ada anak yang justru menjadi orang tua bagi orang tuanya sendiri, ada juga anak yang tidak bisa menentukan keputusan sendiri. Masa anak-anak yang tidak adekuat ini menyebabkan ada bagian dari diri seseorang yang tidak berkembang sepenuhnya; sepertinya itulah yang disebut sebagai "inner child". Afirmasi dalam setiap entri buku ini hendak menenteramkan si anak batin itu; menyugesti pembaca agar menjadi orang tua yang bijak baginya. Sewaktu-waktu si anak batin mesti dilepas agar dapat menjadi dirinya sendiri sesuka hati, tapi adakalanya pula ia mesti dikendalikan.
Buat saya pribadi, pada awalnya, afirmasi masih berkesan seperti kebohongan. Selain itu, saya enggak bisa selalu mengaitkan diri dengan situasi-situasi yang dikemukakan. Misalnya saja, soal orang tua alkoholik dan juga helikopter (maksudnya helicopter parent yaitu orang tua yang sangat mengontrol anaknya, terutama dalam kehidupan akademis). Walaupun saya juga punya masalah-masalah dengan orang tua saya, tapi kasusnya tidak seperti itu. Ada juga soal seksualitas dan gender-yang-salah; bagi pembaca Indonesia berlatar budaya seperti saya, topik semacam itu bikin sungkan untuk diangkat ke permukaan. Bisa dibilang konteks-konteks dalam buku ini sepertinya sangat Barat atau Amerika Serikat sekali. Walaupun tadi saya bilang buku ini dapat menjadi bacaan yang ringan dan mudah, kebijaksanaan pembaca tetap diperlukan.
Bagaimanapun juga, sekali memulai suatu buku, sebaiknya diteruskan sampai tuntas. Berangsur-angsur, saya mulai nyaman dengan afirmasi-afirmasi ini dan berpikir, "Buku ini bagus juga." Toh, walaupun enggak semuanya, ada juga isi buku ini yang cocok dengan situasi hidup saya dan sepertinya layak dipraktikkan. Malah timbul keinginan untuk coba menerjemahkan buku ini--satu entri per hari--sebagai pengganti ide jurnal afirmasi pribadi yang tidak jadi terlaksana itu. Tentu sepertinya lebih kreatif kalau membuat jurnal afirmasi sendiri, dengan kalimat-kalimat sendiri yang sesuai dengan kondisi kehidupan sendiri. Kalau dalam bahasa motivator mah: "kekuatan sugesti".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar