![]() |
| Gambar dari Goodreads |
Alih-alih petunjuk merangkai cerita--seperti dalam judul yang saya sebut pertama--buku ini cenderung merupakan bacaan motivasi. Motivasinya sudah jamak pula, kurang lebih tentang pentingnya berpikir positif atau melihat gelas setengah isi. Hanya saja, karena Richard Krevolin master ilmu bercerita, maka bahasanya dikait-kaitkan.
... start asking yourself how to create the life you want and were born to live--rather than asking why something happened and what if something different had happened.Tapi legit juga sih, mengingat pada masa ini kita digempur cerita dari sana-sini: bukan hanya cerpen, novel, sinetron, bahkan curhat teman, melainkan juga drama Korea, film Hollywood, hingga web series. Dengan konsumsi yang masif ini, wajar bila banyak orang telah meresapkan pakem bercerita tertentu di benaknya. Paling tidak (menurut yang saya baca dari Rahasia Sukses Skenario Film-film Box Office), orang mengonsumsi cerita untuk mengalami transformasi dari keadaan yang tidak menguntungkan menjadi membahagiakan--walaupun hanya sesaat senyampang mengonsumsi cerita itu. Setelah cerita habis, terserah pada setiap orang: mau menindaklanjuti perasaan transformasi itu atau sekadar kembali pada kehidupan yang random.
... battle the darkness of the world with the light of stories.Nah, kenapa bukan diri sendiri yang menjadi tokoh utama dalam cerita yang membawa transformasi itu? Sekali lagi, kalau sudah baca Rahasia Sukses Skenario Film-film Box Office, kita jadi paham bahwa supaya cerita rame, tokoh utama memang harus menghadapi berbagai kesulitan tapi toh pada akhirnya menggapai akhir yang memuaskan. Dengan pemahaman seperti itu, sebagai tokoh utama dalam cerita kita sendiri, barangkali kita bisa nrimo sekaligus tetap berjuang melawan kesulitan, dengan keyakinan bahwa di ujung jalan sana ada sesuatu yang indah.
Melihat perjalanan hidup pribadi dalam kerangka naratif juga agaknya suatu upaya agar orang merasa punya kontrol terhadap hidupnya--walau soal takdir siapa yang tahu, ya. Cerita perlu sudut pandang atau struktur tertentu agar tepat kena pada sasaran penyimaknya. Maka, dalam melihat cerita pribadi, kita juga perlu memilih sudut pandang serta menentukan struktur. Dalam perbuatan memilih dan menentukan inilah ada suatu rasa memiliki kekuatan. Sudut pandang atau struktur ini lalu kita pegang dalam menjalani hidup seterusnya, atau kita utak-atik lagi bila memang diperlukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar