Kamis, 06 Juni 2013

Kebebasan (Abad Ke-4 SM)

Chuang Tzu


Suatu hari Chuang Tzu sedang memancing, ketika Pangeran Ch’u mengirim dua orang pegawai tinggi untuk menyampaikan bahwa Yang Mulia akan senang apabila Chuang Tzu membantu urusan pemerintahan. Ia terus mengail dalam diam, dan tanpa menoleh, menjawab, “Aku telah mendengar bahwa di Negeri Ch’u ada seekor kura-kura sakti, yang telah mati selama tiga ribu tahun. Pangeran menyimpannya dalam kotak di altar di tempat suci leluhurnya. Sekarang menurutmu apakah kura-kura itu lebih senang mati dan jasadnya dihormati, ataukah hidup dan menggoyang-goyangkan ekornya di lumpur?” Dua pegawai tinggi itu menjawab bahwa tidak diragukan lagi kura-kura itu lebih suka hidup dan menggoyang-goyangkan ekornya di lumpur; lalu Chuang Tzu berseru, “Enyahlah! Aku juga memilih tetap menggoyang-goyangkan ekorku di lumpur.”


dari  halaman 8-9 Literature: An Introduction to Fiction, Poetry, and Drama - Sixth Edition (XJ Kennedy dan Dana Gioia, HarperCollinsCollegePublishers)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain

  • Jagoan Cilik - Teng … teng … teng … jam bandul yang ada di kamar tengah telah berbunyi tujuh kali, tandanya sudah jam tujuh malam. Bapak dan Ibu sudah bersiap-siap akan...
    1 minggu yang lalu
  • Yentl - Oleh Isaac Bashevis Singer ISAAC BASHEVIS SINGER, pemenang Nobel Sastra 1978, lahir di Radzymin, Polandia pada 1904, dan tiba di… Read more Yentl
    9 bulan yang lalu
  • Raja Belanda: Maaf atas Kekerasan Berlebihan - Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima mengunjungi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Raja juga meminta maaf atas kekerasan berle...
    6 tahun yang lalu