Senin, 10 Juni 2013

Putri Duyung telah menjadi soda

Gambarnya kontras sama konten tulisannya tapi enggak apa deh yang penting senyum dulu dong :))

Kamu tahu, Putri Duyung tidak jadi membunuh pangeran. Ia lebih memilih untuk menjadi buih di lautan. Cerita Hans Christian Andersen yang menyedihkan. Ya ceritanya, ya Hans Christian Andersennya. Kamu tahu, aku pernah baca artikel di suatu majalah, yang aku tidak ingat namanya, yang aku temukan di kontrakan temanku, yang mengatakan: kalau saja Hans Christian Andersen hidup di zaman ini, ia akan memproklamirkan dirinya sebagai gay.

Hm.

Kembali ke Putri Duyung. Bagaimana kalau ia bukannya menjadi buih di lautan, tapi di minuman. Ya. Soda. Mungkin kita harus cek arti masing-masing kata di KBBI, "buih" dan "soda". Lalu sang putri ini, yang telah menjadi buih di minuman ini, Coca Cola, Sprite, atau Fanta, atau Tebs, atau squash, atau rootbeer?, disedot oleh mulut kita, mengalir ke dalam tubuh kita, meresapkan segenap kesedihannya, rasa patah hatinya, karena pangerannya lebih memilih perempuan yang setara, sejenis, sedang ia bukan siapa-siapa...

Apa kamu sudah merasa sedih sekarang? Dari tadi kamu terus-terusan menyeruput minumanmu. Kamu pesan apa tadi? Pepsi? Ya. Rasakan kesedihan itu. Kalau tidak sekarang, mungkin efeknya baru terasa nanti, setelah kamu sampai di rumah.

Ya. Minumanku juga bersoda. Aku jarang minum minuman bersoda. Tapi aku sedih sepanjang waktu, patah hati sering sekali.

Aku ingin menjadi buih di lautan, bertemu Putri Duyung.


atau mungkin aku cukup pergi ke Ciliwung
yah sekadar ngerjain prompt dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain