Rabu, 20 Maret 2013

The Recess Mess


Hari ini sewaktu jam istirahat, sebuah truk besar me­ma­suki halaman sekolah.

“Ada yang pesan 100 mobil-mobilan,” kata sopir truk. “Ka­mi juga mengantarkan 5.000 kg nasi kuning dan 50.000 galon Aqua.”

Sopir truk memundurkan truknya ke lapangan sepak bo­la dan hendak meninggalkan sekolah.

Tapi kepala sekolah keburu muncul. “Tunggu! Tunggu! Tung­gu!” teriaknya.

“Siapa yang mengirim ini semua?” tanya kepala sekolah be­gitu berhasil mendekati sopir truk.

Sopir truk mengintip ke secarik kertas. “Anonim.”

“Kembalikan! Kembalikan!” seru kepala sekolah.

“Tidak bisa. Lagipula ini sudah dibayar.”

Truk pun berlalu meninggalkan orang-orang yang me­lo­ngo.

Anak-anak sudah menyerbu mobil-mobilan, memilah ma­na yang menarik menurut mereka. Para guru ber­dis­ku­si mengenai apa yang mesti dilakukan dengan 5.000 kg nasi kuning dan 50.000 galon Aqua.

“Mungkin ini dari alumni yang ingin beramal,” muncul asum­si.

“Bagaimana ini, Pak? Nasi kuning ini akan keburu basi ka­lau tidak segera dimakan.”

“Coba periksa apakah nasi kuning itu memang masih aman dimakan atau tidak,” titah kepala sekolah.

Tidak ada yang mau mempertaruhkan nyawanya.

Seorang guru membawa seekor kucing. Tapi kucing itu meng­endus-endus saja segumpal nasi kuning yang di­so­dor­kan padanya. Pesuruh sekolah lantas mengambilkan se­ekor ikan asin untuk campuran.

Kucing itu mau makan.

Kepala sekolah, guru-guru, dan pesuruh sekolah me­nge­li­lingi kucing itu seraya mengamati dengan tegang, apa­kah kucing itu kemudian akan kejang-kejang?

Jam istirahat berakhir. Anak-anak dihalau kembali ke ke­las, meninggalkan mobil-mobilan yang masih me­num­puk di halaman. Mereka kecewa karena tidak di­per­bo­lehkan mengambil yang mereka suka. Tinggal guru pi­ket dan pesuruh sekolah yang mengamati bagaimana efek nasi kuning misterius itu bagi kucing.

Kucing itu menjilati kaki-kakinya, seolah tiada terkena se­suatu yang bersumber dari lambungnya.

Kucing itu juga diberi minum air dari galon kiriman.

Sepulang sekolah kucing itu masih sehat wal afiat. Ke­pa­la sekolah memutuskan untuk membagikan semua ki­rim­an misterius itu kepada orang-orang yang tinggal di ja­lanan. Tidak ada yang pernah tahu siapa gerangan Ano­nim, awanama.


dipasin 300 kata. sekadar ngerjain latihan dari Funny & Fabulous Story Prompts - 50 Reproducible Story Starters To Get Them Writing and Loving It! (Richie Chevat, 1998, Scholastic Teaching Resources), bisa diunduh di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banyak Dibuka

Pembaruan Blog Lain